pakistan musharrafIslamabad, LiputanIslam.com – Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf lolos dari sergapan maut dalam insiden ledakan bom yang diduga sebagai upaya pembunuhan terhadap dirinya di Islamabad, Pakistan, Kamis (03/04). Bom meledak di jembatan  Faizabad yang dilintasi iring-iringan mobil yang membawa Musharraf.

Bom itu disembunyikan di dalam pipa air di bawah jembatan. Namun Musharraf selamat karena bom meledak beberapa saat setelah konvoi mobilnya melintasi jembatan itu untuk pulang ke rumahnya. Saat itu dia baru kembali dari sebuah acara yang berlangsung di Institut Angkatan Bersenjata Cardiology (AFIC).

Beberapa sumber menyebutkan bahwa bahan peledak sebanyak 6 kilogram telah ditanamkan pada pipa air tersebut. Daya ledak bom itu menimbulkan lubang yang cukup dalam di lokasi kejadian, namun tidak sampai menjatuhkan korban. Musharraf sendiri dilaporkan berada dalam kondisi sehat dan bugar di rumahnya.

Beberapa hari sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Raheel Sharif menyarankan pemerintah supaya mengizinkan Musharraf yang didakwa telah melakukan pengkhianatan itu pergi ke luar negeri untuk menjenguk ibunya yang sakit. Raheel lantas mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Nawaz Syarif untuk membicarakan kemungkinan pemberian izin kepada Musharraf. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Ketua Badan Intelijen Pakistan (ISI) Letjend Zaheerul Islam.

Musharraf pernah beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan, termasuk dari kelompok yang menamakan dirinya Tehreek-i- Taliban Pakistan (TTP). Di sekitar rumahnya juga telah beberapa kali terungkap adanya bahan peledak yang diduga terkait dengan upaya pembunuhan terhadap dirinya. (mm/dawn/indianexpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL