mosul-kepulan-asapArbil, LiputanIslam.com –  Memasuki hari ketiga operasi militer besar-besaran untuk pembebasan kota Mosul, Irak utara, pasukan negara ini dikabarkan terus bergerak maju, membebaskan beberapa desa lain di front al-Qayyarah, Namrud dan Habani, serta menemukan sebuah penjara besar tempat ISIS menyekap sekira 1000 orang.

Menurut keterangan para komandan militer Irak di lapangan, Rabu kemarin (19/10/2016) pasukan negara ini berhasil merebut desa Kani Haram dan desa Abasah meskipun para kombatan ISIS berusaha mati-matian melawan pasukan Irak dengan melancarkan aksi-aksi serangan bunuh diri.

Taktik yang digunakan ISIS ialah menggali banyak lobang dan terowong di desa-desa sekitar Mosul agar aman dari gempuran pasukan udara, dan dari situ pula mereka mencoba menghambat gerak maju pasukan darat, termasuk dengan cara muncul secara tiba-tiba dan meledakkan diri ketika pasukan Irak berada di dekat mereka.

Tidak disebutkan seberapa banyak korban di pihak pasukan Irak akibat serangan-serangan seperti ini.

Selain itu, semua jalur juga sudah ditebari ranjau oleh kawanan ISIS sehingga pasukan jihandak Irak sibuk berusaha mensterilkan jalan-jalan yang dilewati sehingga praktis gerak maju pasukan Irak banyak mengalami hambatan.

Hamdaniya Dikepung

Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa pasukan Irak berhasil menguasai sepenuhnya distrik atau kota kecil Hamdaniya yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Namun belakangan dilaporkan bahwa pasukan Irak masih baru mengepung distrik ini, dan para petempur ISIS berusaha melawan gerak maju pasukan menuju pusat distrik.

Dengan menguasai distrik ini pasukan Irak akan berhasil menguasai salah satu kubu utama pertahanan ISIS sebelum masuk ke kota Mosul.

.

.

Temuan Penjara Bawah Tanah

Menyusul keberhasilan menguasai puluhan desa, pasukan Irak menyingkap satu lagi tirai kejahatan ISIS di wilayah yang diduduki oleh pasukan teroris takfiri ini. Di desa Hut, pasukan Irak telah menemukan sebuah penjara besar di bawah tanah.

Tak tanggung-tanggung, di situ ISIS menyekap sekira 1000 orang. Dengan terbebaskannya penjara itu maka seribuan orang itu juga praktis terbebaskan dan akan segera dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

Di hari ketiga, pasukan Irak juga berhasil membebaskan desa al-Zawiyah melalui serangan hebat yang menjatuhkan banyak korban jiwa dan perlengkapan militer pada ISIS.

“Bendera Irak telah dikibarkan di bangunan-banguan di desa ini,” kata jubir komando operasi gabungan pasukan Irak, Hamid Yahya Rasul.

Mengenai beredarnya laporan bahwa ISIS menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup, dia mengatakan, “Tindakan demikian bukan pertama kalinya dilakukan ISIS, melainkan sudah menjadi kebiasaan mereka setiap kali merugi dan terdesak di depan pasukan kami, sebagaimana terjadi dalam operasi pembebasan Ramadi. Kami memiliki taktik untuk menyiasati tindakan demikian. Kami memiliki data-data intelijen yang akurat, perangkat penyadapan, dan fasilitas radio sehingga dapat membedakan antara teroris dan warga sipil.”

Senjata Kimia ISIS

Mengenai kemungkinan ISIS menggunakan senjata kimia, dia mengatakan, “Sampai sekarang hal itu belum terbukti bagi kami, dan tak ada informasi yang masuk mengenai penggunaaan senjata kimia. Dengan izin Allah, kami akan dapat melindungi jiwa warga sipil di Mosul sebagaimana kami berhasil melindungi jiwa warga sipil di semua kota yang telah kami bebaskan sebelumnya dari tangan teroris.”

Pasukan Koalisi Tak Becus

Beberapa komandan pasukan Irak menilai pasukan udara koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) tidak serius memerangi ISIS. Menurut mereka, pasukan itu tidak maksimal dalam menyerang ISIS, dan karena itu mereka menyatakan bahwa serangan udara sebaiknya mengandalkan angkatan udara Irak sendiri.

Tak ada keterangan lebih lanjut bagaimana persisnya kinerja dan gelagat pasukan koalisi itu sehingga dinilai tak becus.

Sejak jauh hari sebelumnya, AS yang memiliki banyak penasehat militer yang menyertai pasukan Irak dalam operasi pembebasan Mosul terindikasi mencarikan peluang bagi ISIS untuk kabur dari Mosul ke wilayah Suriah, dan karena itu sisi barat Mosul tidak terkepung. (Baca: Kontroversi Seputar Terowongan dan Kaburnya ISIS dari Mosul ke Suriah)

Maygen Gary Bolesky dari pasukan koalisi pimpinan AS Rabu kemarin menyatakan para petinggi ISIS kabur dari Mosul, dan para kombatan asing masih bertahan terlibat dalam perang Mosul.

Dia mengaku “melihat pergerakan” para pejabat dan petempur Negara Islam (ISIS) keluar kota, sementara para petempur asing “bertahan di sana dan akan diperangi.” (mm/irna/sputnik/alalam/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL