afghanistan paktikaKabul, LiputanIslam.com – Teroris tak memilih tempat dan sasaran dalam melancarkan aksinya. Kali ini, tempat yang menjadi sasaran adalah lokasi pertandingan voli yang sedang dipenuhi oleh suporter di Yahya Kahil, provinsi Paktika, Afghanistan bagian selatan, Ahad (23/11). Akibatnya, minimal 50 orang tewas dan 60 lainnya cidera sehingga serangan ini menjadi aksi teror yang paling mematikan di negara ini sejak 2011.

Serangan dilakukan oleh seseorang yang meledakkan bom yang melilit tubuhnya di tengah kerumunan suporter yang sedang asyik menonton pertandingan voli antardistrik.

“Pelaku bom bunuh diri yang mengendarai motor meledakkan diri di tengah pertandingan voli,” kata Ataullah Fazli, wakil gubernur Paktika kepada AFP.

Dia menambahkan, “Ada banyak orang saat itu, termasuk beberapa pejabat provinsi dan kepala polisi. Sekitar 50 tewas, dan 60 lainnya cidera dengan kondisi sebagian besar di antaranya parah.”

Juru bicara otoritas propinsi Paktika, Mukhlis Afghan, mengatakan ada ratusan orang di lokasi peristiwa saat ledakan itu terjadi.
Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta bantukan kepada pemerintah pusat di Kabul supaya mengirim helikopter untuk membawa para korban.

“Kami sangat memerlukan bantuan dari pemerintah pusat, karena kami mungkin perlu mengirim korban luka Kabul untuk pengobatan,” katanya.

Paktika yang berbatasan dengan Pakistan adalah salah satu kawasan yang paling rawan kekerasan di Afghanistan akibat kontinyuitas upaya kelompok gerilyawan Taliban untuk menyerang pemerintah Kabul. Namun demikian, belum ada pernyataan resmi dari Taliban mengenai serangan di lokasi pertandingan voli tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL