bentrok palestina-israelRamallah, LiputanIslam.com – Satu bocah Palestina bernama Abdul-Rahman Shadi Khalil Obeidallah, 11 tahun, gugur syahid akibat luka parah ditembak tentara Zionis Israel dalam peristiwa bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Zionis di gerbang desa Beit Einun di sebelah timur kota al-Khalil, Tepi Barat. Demikian dilaporkan Alalam, Senin (5/10).

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa dalam bentrokan itu pasukan Zionis telah memuntahkan peluru-peluru timah, menambakkan gas air dan melontarkan bom suara hingga banyak warga Palestina mengalami sesak nafas, sementara massa pemuda Palestina memblokir jalan dengan cara membakar ban-ban bekas di tengah jalan.

Di tempat lain, ratusan massa Zionis menggelar aksi pawai di bagian lama kota al-Khalil di bagian selatan Tepi Barat. Para saksi mata mengatakan bahwa para imigran Zionis itu menggelar pawai di dekat haram Nabi Ibrahim as dan di lorong-lorong bagian lama al-Khalil sambil membawa bendera Israel serta memekikkan yel-yel anti Palestina. Mereka melangsungkan aksinya dengan pengawalan pasukan Israel.

Para saksi mata juga menyebutkan bahwa massa Zionis itu berusaha berhenti di dekat rumah-rumah warga Palestina untuk melakukan gangguan, namun konsentrasi warga Palestina membuat massa Zionis mengurung niat mereka.

Otoritas Palestina menuding Israel berusaha menyeret kawasan kepada kekerasan dengan tujuan meloloskan rezim Tel Aviv dari kebuntuan politik dan keterkucilan di tengah khalayak internasional.

“Israel adalah pihak yang diuntungkan oleh penyeretan segala sesuatu kepada lingkaran kekerasan agar dapat keluar dari kebuntuan politik dan keterkucilan di kancah internasional,” bunyi statemen otoritas Palestina.

Falastin al-Youm melaporkan bahwa sebanyak 456 warga Palestina menderita luka dan dilarikan ke rumah sakit akibat bentrokan yang terjadi di Tepi Barat dan Baitul Maqdis (Yerussalem) selama hari Sabtu dan Minggu (3-4/10).

Arab al-Fuqaha, juru bicara lembaga Bulan Sabit Merah menyatakan bahwa ratusan warga Palestina itu menderita luka akibat diterjang peluru timah tanpa pelapis dan peluruh timah berlapis karet.

Wilayah Tepi Barat sejak beberapa hari terakhir ini menjadi ajang bentrokan warga Palestina dengan pasukan Zionis menyusul terjadinya gejolak hebat di Masjidil Aqsa akibat ulah kaum Zionis dan ambisi mereka terhadap komplek Masjidil Aqsa.

Faksi-faksi pejuang (muqawamah) Palestina di Jalur Gaza menyerukan kontinyuitas gerakan anti pendudukan di Baitu Maqdis dan Tepi Barat. Mereka juga mendesak faksi-faksi yang berkuasa di Palestina supaya berhenti menjalin koordinasi keamanan dengan Rezim Zionis Israel.

Pemerintah Jerman menyatakan prihatin atas adanya intifada baru Palestina, apalagi terjadi tiga hari setelah kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Berlin.

“Apa yang mungkin menanti kita di sini adalah sesuatu seperti sebuah intifada baru,” ungkap Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Martin Schaefer, seperti dikutip The Telegraph.

Dia menambahkan bahwa negaranya “sangat prihatin atas eskalasi kekerasan yang telah merenggut beberapa nyawa.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL