TelAviv, LiputanIslam.com – Jurnalis Israel Simon Aron mengungkapkan bahwa Putera Mahkota Arab Saudi Mohamad Bin Salman menggunakan pasukan bayaran “Black Water” dalam operasi penangkapan para pangeran, menteri, pengusaha, dan mantan pejabat Saudi.

“Laporan-laporan intelijen; Perusahaan Black Water Amerika Serikat adalah pihak yang melancarkan gelombang penangkapan para pangeran Saudi,” cuit Aron di Twitter, seperti dikutip situs Watan Serb, Rabu (8/11/2017).

Seperti ramai diberitakan, gelombang penangkapan itu dimulai sejak Sabtu malam lalu dengan sasaran puluhan pangeran, menteri, pejabat tinggi, mantan pejabat senior, pengusaha, dan penulis, termasuk yang namanya tercantum dalam daftar sejumlah orang terkaya di dunia.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan daftar nama tokoh yang telah ditahan, namun banyak media melaporkan bahwa mereka antara lain adalah Pangeran Mutaib Bin Abdullah Bin Abdulaziz, dan dua pengusaha tersohor Waleed Bin Talal dan Saleh Kamil.

Pengguna akun Twitter terkenal @ahjadeed  Juli lalu mengabarkan bahwa Bin Salman kehilangan kepercayaan kepada orang-orang terdekatnya sehingga menggunakan jasa Black Water.

Channel “Democrasy Now” di Youtube pada Maret 2014 menyebutkan bahwa pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) juga menggunakan jasa Black Water untuk mendatangkan 800 pasukan bayaran dari Kolombia untuk menumpas demonstran anti pemerintah.

Hal yang sama juga pernah diungkap oleh Times. Surat kabar Inggris menyebutkan bahwa pasukan dari Kolombia itu didatangkan ke Abu Dhabi dengan kedok pekerja bangunan agar tidak mengundang perhatian publik.

Kantor berita Perancis, AFP, juga pernah melaporkan bahwa UEA menggunakan 300 pasukan bayaran dari Kolombia untuk menyumbang pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi dalam memerangi Ansarullah (Houthi) dan sekutunya di Yaman. (mm/watanserb)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL