London, LiputanIslam.com – Pasukan Khusus Inggris SAS dalam serangan ke kubu terakhir Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/DAESH) telah menemukan 50 kepala terpenggal kaum wanita Yazidi korban perbudakan seks kelompok teroris beraliran Salafi/Wahhabi tersebut.

Kawanan teroris itu diketahui telah membunuh puluhan wanita Yazidi sebelum membuang kepala mereka ke tempat sampah.

Pasukan Khusus Inggris mendapat temuan mengerikan itu ketika mereka memasuki Baghuz, kota yang terkepung di tepi Sungai Eufrat di Suriah timur di mana Ratusan ISIS terkepung di sebuah area kecil penuh semak belukar sembari membawa sandera dengan jumlah yang sama.

SAS mengikuti pertempuran sengit jarak dekat awal bulan ini. Mereka telah menembakkan 600 bom mortir dan puluhan ribu putaran senapan mesin, dan membuat ISIS terpaksa bersembunyi ke dalam terowongan-terowongan di bawah tanah kota yang penuh puing bangunan.

Dilaporkan bahwa lebih dari 100 anggota ISIS terbunuh dalam pertempuran itu, dan dua tentara Inggris terluka.

Sebuah sumber, Ahad (24/2/2019), mengatakan kepada Mail of Sunday, “Di saat kekalahan mereka, kekejaman para ‘jihadis’ tidak mengenal batas. Mereka melakukan pembantaian pengecut terhadap wanita-wanita yang sangat malang ini sebagai tindakan terakhir kebobrokan dan meninggalkan kepala mereka yang terpenggal untuk kita temukan. Motivasi untuk tindakan memuakkan seperti itu di luar pemahaman manusia normal.”

Dia menambahkan, “Tak satu pun dari pasukan SAS yang memasuki Baghuz akan melupakan apa yang mereka lihat, yang disamakan beberapa tentara dengan adegan film Apocalypse Now. Satu-satunya pelipur lara mereka adalah bahwa mereka telah berkontribusi untuk mengakhiri teror Negara Islam (IS/ISIS).”(mm/dailymail)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*