pasukan mesirKairo, LiputanIslam.com –   Enam orang ekstrimis takfiri tewas ditangan pasukan militer Mesir ketika kawanan teroris itu berusaha melancarkan serangan terhadap sebuah pos pemeriksaan di kawasan Sinai Utara.

Kawanan itu melepaskan tembakan ke arah pos pemeriksaan di al-Nafurah, Rafah, dan kemudian terjadi kontak senjata antara kedua pihak, mengakibatkan empat teroris takfiri yang “sangat berbahaya” tewas dan empat petugas keamanan luka-luka dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Jumat (26/8/2016), juru bicara militer Mesir dalam pernyataan di halaman Facebook-nya menyebutkan, “Pasukan penegak hukum segera menembaki para takfiri ketika kawanan itu berusaha menyerang dengan melepaskan tembakan, melemparkan granat, dan menanamkan bahan-bahan peledak di sekitar lokasi penyerangan. Akibatnya, empat takfiri tewas di sisi luar lokasi penyerangan.”

Dia juga menjelaskan bahwa dalam peristiwa itu tentara juga berhasil menyita satu senapan otomatis, empat bom rakitan, satu 120  peluru, dua alat nirkabel, satu detonator, dan satu bom rompi. Selain itu, tentara juga berhasil menjinakkan satu bom terpasang dan siap meledak.

Awal-Awal Agustus lalu pasukan Mesir membunuh 46 ekstrimis takfiri, termasuk pemimpin kelompok teroris Ansar Beit al-Maqdis, Abu Doaa al-Ansari, dan beberapa petinggi lain kelompok takfiri ini.  Mereka dihabisi pasukan Mesir di kota al-Arish, Sinai Utara.

Sinai Utara, yang berbatasan Israel dan Jalur Gaza, kerap dilanda serangan teroris terhadap tentara dan polisi dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak terjadi revolusi yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak pada Januari 2011.

Serangan itu meningkat setelah presiden Mohamed Morsi dikudeta oleh militer negara ini pada tahun 2013 menyusul terjadinya protes rakyat secara besar-besaran terhadap pemerintahannya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL