Arbil, LiputanIslam.com – Mosul, kota kedua terbesar di Irak, sudah diumumkan bebas secara total dari pendudukan kelompok teroris ISIS pada 10 Juli lalu oleh Perdana Menteri Irak Haeder Abadi. Namun demikian, operasi penyisiran pasukan Irak untuk mengungkap keberadaan para teroris ISIS yang tersisa masih berlanjut di kawasan kota kuno di Mosul barat, dan dalam beberapa hari terakhir sebanyak 50 teroris terbunuh dalam operasi tersebut.

Kol. Riyaz Judat, salah seorang komandan pasukan kontra-terorisme Irak dalam wawancara dengan IRNA di Abril yang hasilnya dimuat Jumat (21/7/2017), mengatakan, “Dalam operasi terbaru pasukan lembaga ini kami berhasil menumpas dan menangkap 50 teroris yang berusaha kabur dengan cara menyamar pakaian.”

Dia menjelaskan bahwa di bagian-bagian kota kuno Mosul masih tersisa anasir ISIS yang mengendap-endap dan bersembunyi, sementara pasukan Irak terus menyisir dan mengungkap keberadaan mereka agar wilayah ini bisa steril dari sisa-sisa ISIS.

Menurutnya, sejauh ini sudah ada 40 teroris yang terluka dan diringkus dalam operasi penyisiran tersebut.

“Para teroris ini menggali banyak terowongan dalam kota untuk tempat persembunyian mereka, dan demi mencegah eksistensi teroris lagi di kota ini pasukan khusus anti teroris berusaha mengungkap terowongan dan tempat-tempat persembunyian itu. Dalam rangka ini kami melakukan razia dari rumah ke rumah di kawasan Qaliat, Midan, dan Shahwan,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa kebanyakan teroris ISIS yang tersisa berusaha keluar dan kabur dari terowongan, tapi semua jalan sudah tertutup bagi mereka setelah Mosul dibebaskan secara total.

“Karena itu mereka terpaksa menyerah atau mati,” ungkapnya.

Seperti diketahui, setelah sembilan bulan menggelar operasi penumpasan ISIS Perdana Menteri Irak Haeder Abadi pada tanggal 10 Juli lalu mengumumkan pembebasan Mosul secara total dari pendudukan ISIS. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL