Astana, LiputanIslam.com –   Presiden Iran Hassan Rouhani dalam pertemuan dengan sejawatnya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Astana, Kazakhstan, Sabtu malam (9/9/2017), mengatakan bahwa penghentian kekerasan terhadap warga Muslim Rohingya di Myanmar dan perhatian kepada kondisi para pengungsi etnis ini hendaknya menjadi tujuan kolektif para pemimpin negara Islam.

“Iran dan Turki merupakan dua negara besar dan berpengaruh dalam berbagai persoalan di kawasan, dan kerjasama luas keduanya di berbagai bidang, termasuk dalam penumpasan terorisme dan penegakan stabilitas di kawasan sangatlah efektif. Saya berharap kerjasasama antara Iran dan Turki di sisi Rusia dalam upaya mewujudkan stabilitas dan keamanan di Suriah akan segera mencapai hasil yang final,” ujar Rouhani.

Menyinggung isu disintegrasi Kurdi, dia menambahkan, “Dalam berbagai isu regional, kedua negara sama-sama menghendaki stabilitas di perbatasan geografis dan integritas wilayah negara-negara jiran dan negara-negara kawasan. Pengubahan perbatasan ini sama dengan  dimulainya ketegangan besar yang akan merugikan bangsa-bangsa kawasan.”

Mengenai kondisi warga Muslim Myanmar, Presiden Iran mengatakan, “Di Myanmar sedang terjadi sebuah tragedi besar. Penghentian kekerasan dan kejahatan tergadap warga Muslim Rohingya dan penanganan secepatnya terhadap kondisi para korban dan pengungsi harus menjadi tujuan kolektif negara-negara Islam.”

Sembari menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan Iran akan segera sampai kepada warga Muslim Rohingya, dia mengatakan bahwa kesamaan persepsi dan kerjasama antarnegara Islam, terutama Iran dan Turki, di bidang ini sangat penting dan efektif.

“Iran, Turki, dan negara-negara Islam lainnya selain harus memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Muslim di Myanmar juga harus mengupayakan tekanan internasional terhadap pemerintah Myanmar untuk penghentikan kekerasan terhadap warga Muslim. Saya berharap perundingan besok (Ahad) mengenai Myanmar akan menjadi pesan yang jelas dan kuat bagi para pelaku kekerasan terhadap warga Muslim di Myanmar,” paparnya.

Di pihak lain, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan gembira atas eratnya hubungan persahabatan Turki dengan Iran, dan “keduanya memilik berbagai program untuk pengembangan hubungan di berbagai bidang.”

“Dengan dicabutnya embargo terhadap Iran maka semakian tersedia kesempatan untuk perluasan hubungan. Bank-bank kedua negara, terutama bank-bank pusat, harus secepatnya mengatasi berbagai kendala perluasan hubungan dan interaksi perbankan sebagai wahana perluasan interaksi ekonomi,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa upaya kolektif Ankara-Teheran dalam pemberantasan terorisme sangat berpengaruh bagi stabilitas regional.

Erdogan juga mengatakan bahwa konflik yang sudah berlangsung sekian tahun di Suriah menunjukkan bahwa persoalan yang ada tidak dapat diselesaikan secara militer sehingga harus diupayakan solusi diplomatik (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL