Washington, LiputanIslam.com –  Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir menilai krisis Yaman hanya dapat diselesaikan melalui proses politik, namun sembari menuding Iran sebagai sumber terorisme.

Berbicara di Institut Brookings di Washington, Amerika Serikat (AS), Kamis (22/3/2018), al-Jubeir mengatakan perang di Yaman bukanlah perang pilihan, melainkan perang dipaksakan terhadap Saudi.

Dia menambahkan bahwa Saudi berurusan dengan “campur tangan” Iran di kawasan sejak revolusi 1979.

“Iran adalah masalah di kawasan ini, sumber teror dan ekstremisme,” tudingnya.

Dia mengatakan negaranya bekerja sama dengan AS untuk menahan Iran, dan menuding Iran  memasok rudal balistik ke Yaman.

“Milisi Houthi di Yaman terhubung dengan Iran, mereka telah melakukan kudeta terhadap pemerintah yang diakui secara internasional dan proses perdamaian yang didukung oleh PBB,” imbuhnya.

Menlu menilai kesepakatan nuklir Iran dengan Barat perlu ditinjau ulang, terutama berkenaan dengan mekanisme pemeriksaan.

“Kesepakatan itu tidak menyelesaikan semua masalah dengan Teheran… Teheran telah memasok rudal balistik ke milisi Houthi, ini bukan tindakan yang bertanggung jawab,” kata Al-Jubeir saat menjawab pertanyaan setelah berpidato.

Al-Jubeir juga menuding Iran “menghalangi penyelesaian politik di Suriah”, dan menyatakan bahwa satu-satunya jalan keluar untuk mengakhiri perang adalah transisi politik.

Mengenai krisis Palestina-Israel dia mengatakan bahwa Saudi bersikukuh pada penyelesaian damai sesuai  Prakarsa Perdamaian Arab tahun 2002. (mm/arabnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*