Doha, LiputanIslam.com – Tak seperti beberapa negara lain, Maroko mulai mengambil keputusan politik yang menegaskan independensinya dari Arab Saudi. Raja Mohammad VI dari Maroko telah berkunjung ke Doha, ibu kota Qatar, Selasa (14/11/2017),sehingga praktis memecah blokade Saudi terhadap Qatar. Tak hanya itu, otoritas Maroko juga menolak pemblokiran rekening para pangeran dan pengusaha Saudi yang ditahan di Saudi.

Surat kabat Maroko Al-Sabah al-Yaum dalam sebuah artikelnya menyebutkan bahwa “Maroko menolak pembekuan dana para pangeran Saudi” dan bahwa otoritas Maroko menolak memberikan kepada sejawatnya di Saudi rekening para pangeran dan pengusaha Saudi di bank-bank Maroko dan meminta Saudi menghargai prosedur yang ditetapkan untuk kasus-kasus seperti ini.

Para pangeran Saudi memiliki rekening di bank-bank Maroko, baik atas nama pribadi maupun atas nama perusahaan. Mereka antara lain Pangeran Waleed bin Talal yang memiliki sejumlah hotel di Maroko.

Dengan demikian, Maroko kini masuk dalam sedikit negara semisal Turki dan negara-negara Barat yang menolak bekerjasama dengan Saudi dalam menekan Qatar, kecuali sebatas apa yang jelas sah secara dalam prosedur internasional.

Kunjungan Raja Mohammad VI ke Qatar praktis juga menunjukkan independensi Kerajaan Maroko dalam mengambil keputusan. Dia berkunjung ke Qatar dengan bertolak dari Abu Dhabi sehingga menjadi satu-satunya pemimpin Arab yang pindah dari Abu Dhabi ke Qatar, kecuali Emir Kuwait yang melawat Qatar untuk menyelesaikan krisis blokade Qatar oleh Saudi dan sekutunya.

Belakangan, atas kunjungan ke Doha itu Raja Maroko di media sosial Qatar dan Maroko mendapat juluran “Sang Pemecah Blokade.”

Maroko menolak tekanan Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir terhadap Qatar, dan merupakan salah satu negara yang mengirim bantuan komoditas dan bahan pangan dengan transportasi pesawat udara dan kapal ke Qatar untuk meringankan dampak blokade kubu Saudi.

Hingga laporan ini disusun, tak jelas apakah Raja Mohammad VI akan berkunjung ke Riyadh selama berada di kawasan Teluk Persia, ataukah akan segera pulang ke Maroko tanpa mengunjungi Raja Saudi, Salman Bin Abdulaziz. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL