Baghdad, LiputanIslam.com –  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam kunjungan mendadak dan singkatnya ke Irak, yaitu hanya selama tiga jam,  Rabu (26/12/2018), membela keputusan yang diambilnya seminggu yang lalu untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Trump menyebut ISIS sudah “dikalahkan”, dan pasukan AS di Irak dapat beraksi lagi jika organisasi teroris itu muncul lagi.

Selama kunjungan singkatnya ke Irak pada Hari Natal bersama istrinya, Melania, Trump  menekankan bahwa Washington tidak berniat menarik pasukannya dari Irak.

Kunjungan ini tercatat kunjungan pertama Trump selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata AS ke pasukan AS yang ditempatkan di luar negeri, dan ini dilakukan seminggu setelah Jim Matisse mundur dari jabatannya sebagai menteri pertahanan AS dengan latar belakang ketidak puasannya terhadap kebijakan Trump mengenai strategi AS di Timur Tengah.

Kepada pasukan AS di pangkalan Ayn al-Assad, provinsi Anbar, Irak barat, Trump  mengatakan bahwa Washington tidak berniat menarik pasukannya dari Irak, dan bahkan AS mungkin akan menjadikan Irak sebagai pangkalan operasinya untuk melawan musuh-musuhnya di kawasan.

“Jika kita melihat apa yang tidak kita sukai tentang organisasi Negara Islam (IS/ISIS/DAESH), kita dapat mengalahkannya dengan cepat dan kuat sehingga mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi,” kata Trump dalam pidatonya kepada tentara AS.

Sebelumnya, Trump mendapat kritikan karena belum pernah mengunjungi pasukan AS di zona tempur. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*