Damaskus, LiputanIslam.com – Presiden Suriah Bashar al-Assad, Jumat (2/6/2017), bertatap muka dengan 34 warga Suriah, dua di antaranya perempuan, yang baru berhasil dibebaskan oleh tentara Suriah dan sekutunya dari aksi penculikan yang dilakukan oleh kawanan teroris di kawasan Barzah, provinsi Damaskus.

Pada kesempatan ini al-Assad mengatakan bahwa masyarakat Suriah sedang terdera “krisis sosial yang sesungguhnya” akibat maraknya aksi penyanderaan dan penculikan, dan masalah ini mendapat kepedulian ekstra dari pemerintah.

Kepada puluhan warga itu dia mengatakan, “Bebasnya Anda bukan hanya karena upaya pemerintah semata, melainkan juga karena pengorbanan tentara.”

Dia menjelaskan bahwa tentara telah banyak berkorban dan terus berjuang membela negara, kedaulatan, masa depan, dan anak bangsa negara ini.

Al-Assad menambahkan bahwa perang di Suriah belum berakhir , dan kebahagiaan tidak akan sempurna sebelum semua korban penculikan dapat dibebaskan dan keamanan negara ini pulih.

Menurutnya, segala cara telah dilakukan oleh kelompok-kelompok teroris, termasuk aksi pembantaian dan penyanderaan, tapi semua tak dapat mengubah kehendak dan aspirasi rakyat Suriah.

Di pihak lain, puluhan warga itu berterima kasih kepada pemerintah Suriah atas keterbebasan mereka dan menegaskan teguhnya kepercayaan mereka kepada pemerintah yang selama ini telah memberikan kepedulian yang besar kepada nasib mereka. (mm/sana)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL