perundingan damai yaman2KuwaitCity, LiputanIslam.com – Berbagai pihak Yaman memulai perundingan di bawah pengawasan PBB di Kuwait, Sabtu (23/4) untuk mengatasi krisis dan perang yang melanda Yaman. Demikian dilaporkan Kantor berita Yaman, Saba.

Disebutkan bahwa perundingan yang seharusnya dimulai Senin lalu (18/4) ini antara lain akan membahas proses penerapan gencatan senjata yang berulangkali dilanggar oleh pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, dan di dalam rangka ini diperkirakan akan dibahas pula laporan komite pengawas gencatan senjata.

Delegasi pihak Ansarullah dan kelompok mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menegaskan keharusan penerapan sepenuhnya gencatan senjata di semua wilayah Yaman, termasuk dengan menghentikan penerbangan pesawat dan serangan udara pasukan koalisi.

Perundingan damai Yaman sebenarnya sudah mulai Kamis lalu (21/4) di Kuwait setelah tiga hari tertunda, namun baru sekarang dilaporkan melibat semua pihak yang bertikai di Yaman.

Jumat (22/4), pihak Ansarullah – Abdullah Saleh mengadakan pertemuan dengan pihak presiden tersingkir Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dengan pengawasan Utusan PBB Ismail Ould Cheikh Ahmad di Kuwait.

Usai pertemuan ini, Cheikh Ahmad menilai positif suasana perundingan yang ada. Dia menambahkan bahwa krisis Yaman hanya dapat diselesaikan melalui jalur diplomatik, dan dia optimis penyelesaian ini dapat direalisasikan secepatnya.

Sementara itu, kondisi lapangan kembali memperlihatkan pelanggaran gencatan senjata oleh kubu Mansur Hadi yang didukung pasukan koalisi Arab. Empat orang dilaporkan tewas terkena serangan artileri mereka di distrik al-Zahir, provinsi al-Baida. Selain itu, beberapa pesawat tempur Saudi juga kembali mengoyak angkasa provinsi Hajjah, Hudaida, Jawf dan Marib.

Di bagian lain, Komisi Tinggi Revolusi Yaman menyerukan kepada penduduk provinsi Hudaida supaya menggelar unjuk rasa akbar, Minggu besok (24/4), untuk memrotes berlanjutnya blokade koalisi Arab terhadap Yaman, khususnya pelabuhan-pelabuhan di Hudaida.

Bersamaan dengan ini, penduduk kota al-Qati, provinsi Hudaida, menggelar aksi mogok, sedangkan organisasi-organisasi perempuan dan mahasiswa di beberapa kawasan, termasuk Sanaa, ibu kota Yaman, menggelar aksi konsentrasi untuk memrotes pelanggaran gencatan senjata oleh Arab saudi.

Utusan PBB mengaku sudah menghubungi pihak Saudi mengenai berlanjutnya pelanggaran tersebut. Menurutnya, Saudi mengaku hal itu dilakukan semata-mata untuk mencegah gerak maju dan pelanggaran oleh pihak yang diperangi oleh pasukan koalisi.

Saudi dan beberapa negara sekutunya melancarkan serangan ke Yaman sejak Maret 2015 dengan tujuan memulihkan pemerintahan hMansour Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah.

Semula Saudi dan sekutunya yakin dalam waktu singkat akan dapat mengalahkan Ansarullah yang didukung tentara Yaman loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh. Namun hingga satu tahun lebih serangannya ke Yaman, tak terlihat tanda-tanda Ansarullah dan sekutunya itu melemah.

SeranganSaudi dan sekutunya menjatuhkan korban tewas dan luka ribuan orang, menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi, serta menghancurkan 80 persen sarana infrastruktur Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL