Teheran, LiputanIslam.com – Berbagai pihak telah menanggapi pernyataan terbaru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai program nuklir Iran. Pemerintah Iran menyebut pernyatan terbaru mengenai program nuklir Iran sebagai dagelan, kekanakan dan ditujukan semata untuk mempengaruhi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengambil keputusan mengenai perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada 12 Mei mendatang.

Wakil Menlu Iran Abbas Araghci, Senin (30/4/2018), mengatakan, “Pemaparan Netanyahu adalah permainan kekanakan dan konyol…  Pemaparan yang direncanakan menjelang janji pada 12 Mei adalah untuk mempengaruhi keputusan Trump mengenai nuklir Iran.”

Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif, juga menepis tudingan Nenyatahu bahwa Iran memiliki program nuklir militer terselubung.  Zarif menyebut tuduhan ini sebagai kedustaan yang bertujuan menipu khalayak dan mempengaruhi sebagian negara.

“Pernyataan Netanyahu dan kemudian sebagian pejabat AS hanyalah kedustaan belaka yang sama sekali tidak penting,” ungkapnya.

Menurut al-Alam, media Israel sendiri menilai Netanyahu tidak memberikan sesuatu yang baru sejak dicapainya JCPOA sehingga meskipun bisa jadi akan dapat meyakinkan Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton, namun tak akan memuaskan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Sedangkan Presiden AS Donald Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih menilai pernyataan Netanyahu sebagai pesan yang relevan  dan menunjukkan bahwa perjanjian nuklir Iran “tak dapat diterima.”

Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang dia sampaikan di pangkalan militer di Tel Aviv, Senin, mengaku memiliki data tak terbantahkan bahwa Iran diam-diam memiliki proyek pengembangan senjata nuklir.

“Beberapa minggu lalu dalam sebuah prestasi besar intelijen Israel berhasil menemukan setengah ton bahan yang diletakkan di sebuah bunker di Teheran… Israel mengungkap 55,000 berkas berisi informasi ‘kriminilasasi’ terkait program nuklir Iran,” katanya, seperti dilansir media Israel Yedioth Ahronoth dan Jerussalem Post.

Dia menambahkan, “Dalam beberapa hari mendatang Presiden Trump akan mengambil keputusan mengenai apa yang dilakukan terhadap perjanjian nuklir (Iran). Saya yakin dia akan melakukan sesuatu yang benar bagi AS, Israel, dan perdamaian di dunia.”

Trump berulang kali mengancam akan keluar dari JCPOA jika perjanjian nuklir Iran ini tidak direvisi, sementara Iran menolak mentah-mentah negosiasi baru untuk revisi. Iran bahkan mengancam antara lain akan mempercepat pengayaan uranium.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Senin, mengatakan kepada Netanyahu bahwa Rusia tetap konsistens dan mengajak pihak-pihak lain agar juga konsisten kepada JCPOA yang diteken Iran bersama lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman pada tahun 2015. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL