tunisia yamanTunis, LiputanIslam.com – Berbagai lembaga swadaya (LSM) dan tokoh independen serta partai politik di Tunisia Kamis (16/4) mendeklarasi pembentukan “koalisi anti agresi terhadap Yaman” atau anti operasi “Badai Mematikan” yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman.

“Hari ini kami deklarasikan terbentuknya komite Tunisia anti agreasi terhadap rakyat Yaman sebagai bentuk komitmen kami kepada kewajiban perjuangan Arab melawan serangan Zionis Amerika-Saudi,” ungkap Mohammad al-Habib al-Aswad dalam konferensi pers di Tunis, ibu kota Tunisia, sebagaimana dilansir Rai al-Youm.

Koalisi di Tunisia itu terdiri atas berbagai LSM termasuk Asosiasi Tunisia untuk Toleransi dan Dewan Nasional Pendukung Perlawanan Terhadap Zionis , serta melibatkan beberapa tokoh independen dan partai Thawabit.

Al-Aswad menyebut serangan Saudi dan sekutunya yang telah memasuki minggu keempat sebagai agresi barbar terhadap bangsa Yaman serta mendesak supaya agresi itu dihentikan secepatnya.

“Perang yang dilancarkan Saudi dan para sekutunya terhadap Yaman adalah perang batil yang telah menjadikan rakyat sipil, termasuk anak kecil dan kaum perempuan, sebagai sasaran serta dilakukan dalam rangka melayani agenda-agenda Amerika Serikat untuk memecah belah umat Islam menjadi negara-negara kecil,” lanjutnya.

Dia mengecam sikap resmi pemerintah Tunisia yang menyatakan bahwa krisis Yaman hendaknya diselesaikan melalui dialog Riyadh.
Aktivis lain, Salahuddin al-Misri, yang juga terlibat dalam koalisi Tunisia tersebut menyatakan bahwa apa yang terjadi terhadap Yaman merupakan bagian dari “untaian mata rantai untuk menghancurkan kawasan secara keseluruhan.”

Dia juga mengingatkan bahwa penyelesaian hanya terkandung dalam perlawanan terhadap “segala bentuk Zionisme yang telah mengendalikan perang terhadap umat Islam melalui tangan-tangan Arab sendiri.”

Seperti diketahui, Saudi dan negara-negara sekutunya melancarkan serangan udara bersandi “Badai Mematikan” terhadap Yaman sejak 26 Maret lalu. Saudi beralasan bahwa serangan ini dilakukan dalam rangka memenuhi permintaan Abd Rabbuh Mansur Hadi yang mereka nyatakan sebagai presiden yang sah dan telah digulingkan oleh milisi Ansarullah (Houthi). Militer Yaman menyatakan bahwa serangan udara ini telah menjatuhkan ribuan korban tewas, dan ribuan lain korban luka dari kalangan warga sipil. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL