Ankara, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan partisipasi Rusia dalam penyelesaian krisis Suriah sangat penting, dan tanpa upaya Rusia krisis ini tidak mungkin akan terpecahkan.

“Tanpa partisipasi Rusia, penyelesaian masalah Suriah tidak mungkin terwujud, hanya dalam kemitraan dengan Rusia-lah kita akan dapat membuat penyelesaian politik bagi krisis Suriah,” ungkapnya kepada kantor berita TASS milik Rusia menjelang keberangkatannya menuju Rusia, Minggu (7/8/2016).

Mengenai kunjungan ini dia mengatakan, “Kunjungan ini akan bersejarah, sebuah permulaan baru. Dalam pembicaraan dengan teman saya, Vladimir (Putin), saya percaya lembaran baru dalam hubungan bilateral akan terbuka. Negara kami memiliki banyak hal untuk dikerjakan bersama.”

Presiden Erdogan kemudian mengungkapkan kekecewaannya kepada Uni Eropa (UE).

“UE tidak memenuhi janjinya kepada Turki. Mereka sudah 53 tahun mengelabui kami. Kami sudah membuktikan iktikad baik kami, dan kami menantikan sikap serupa dari UE. UE harus meninggalkan kebijakan standar ganda,” katanya.

Sebelumnya Rusia dan Turki berada di dua kubu yang berlawanan dalam krisis Suriah; Moskow membela Presiden Suriah Bashar al-Assad, sedangkan Ankara menginginkan ketergulingannya.Hubungan kedunya memburuk setelah jet Su-24 milik Rusia ditembak jatuh oleh Turki. Semua Erdogan bersikukuh menolak meminta maaf atas insiden penembakan tersebut, tapi belakangan dia menyampaikan permohonan maaf sesuai tuntutan Rusia.

Erdogan bertekad menemui Putin di kota St Petersburg, Rusia, bersamaan dengan terjadinya ketegangan hubungan Ankara dengan Barat menyusul upaya kudeta gagal di Turki yang menewaskan lebih dari 230 orang. Ankara sangat kecewa terhadap Barat karena Barat lebih mengecam aksi kekerasan pemerintahan Erdogan pasca-kudeta gagal daripada upaya kudeta itu sendiri. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL