palestina kerusuhan di al-qudsBaitulMaqdis, LiputanIslam.com – Kota suci Baitul Maqdis (Jerussalem) masih terus diwarnai bentrokan yang semakin sengit dan meluas antara massa Palestina dan pasukan Zionis Israel sepanjang siang dan malam kemarin, Jumat (7/11), mengakibatkan satu pemuda Palestina gugur syahid, beberapa lainnya cidera, dan satu tentara Israel menderita luka bakar terkena lemparan bom molotov.

“Bentrokan terus berlanjut di berbagai kawasan al-Quds (Baitul Maqdis), namun pusatnya ada di kamp pengungsi Shuafat. Bentrokan terus berlangsung dan tak mereda barang sesaat hingga menjelang jam-jam terakhir hari Jumat,” kata Kepala Pusat Informasi al-Quds Mohammad Sadeq dalam wawancara khusus dengan situs berita al-Resalah, Palestina.

Dia menambahkan, “Rezim pendudukan menggunakan peluru karet, gas air mata, dan bom suara untuk membuyarkan para pemrotes Palestina, sedangkan para pemuda Palestina melancarkan aksinya hanya dengan melempar batu dan bom molotov. Puluhan warga tersedak akibat menghirup gas air mata sementara puluhan lainnya cidera.”

Bulan Sabit Merah Palestina, sebagaimana dilaporkan Palestinian Information Center, menyatakan 36 warga luka diterjang peluru metal berlapis karet, dan 150 orang tersedak akibat menghidup gas air mata dalam bentrokan di Shuafat yang terjadi sejak usai shalat Jumat. Selain itu, 25 warga juga menderita luka tembak serupa dan 50 lainnya menderita gangguan saluran pernafasan akibat bentrokan di beberapa kawasan lain kota Baitul Maqdis, termasuk Wad al-Jauz, al-Tur , Isawiyah dan Kota Lama.

Di pihak lain, satu tentara Israel menderita luka bakar akibat terkena lemparan bom molotov dari massa Palestina. Selain itu satu mobil jeep militer Israel keluar dari jalur dan menabrak dua mobil lain yang terparkir di sekitar lokasi setelah tentara Israel yang mengemudikan jeep itu kehilangan kendali akibat panik dilempari batu dan bom molotov dalam jumlah besar oleh massa Palestina.

Di kota Kfar Kana di bagian utara Israel ketegangan terjadi sejak Sabtu dini hari (8/11) menyusul gugurnya seorang pemuda Palestina bernama Khaerudin Hamdan, 22 tahun. Pemuda itu sendiri menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit akibat luka tembak. Polisi Israel menyatakan terpaksa menembaknya karena melawan ketika akan ditangkap.

Menurut polisi Israel, Hamdan tiba-tiba datang membawa senjata dan berusaha menyerang polisi ketika polisi mendatangi suatu lokasi untuk menangkap seorang pemuda lain yang diduga telah melemparkan granat. Hamdan lantas ditembak hingga menderita luka parah dan meninggal dunia di rumah sakit.

Sumber-sumber lokal Kfar Kana menyebutkan bahwa situasi kota kecil ini memanas menyusul kasus pembunuhan tersebut. Warga memrotes kejadian itu dengan memblokir jalan-jalan, membakar ban-ban bekas dan menutup pusat-pusat perdagangan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL