Egypt-violenceKairo, LiputanIslam.com – Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa lainnya cidera dalam bentrokan antara massa demonstran Ikhwanul Muslimin dan aparat keamanan di berbagai kawasan Mesir usai shalat Jumat (25/4/2014).

Satu di antara dua korban tewas adalah perempuan bernama Neda Ramadan, 38 tahun. Sumber-sumber rumah sakit menyebutkan Neda meninggal dunia diterjang tiga butir peluru senapan rakitan di bagian perut dalam sebuah aksi protes di kota Fayoum.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa enam orang menderita luka-luka diterjang peluru yang berasal dari senapan rakitan, empat diantaranya dilarikan ke rumah sakit khusus sedangkan dua lainnya dilarikan ke rumah sakit umum tempat jenazah Neda dilarikan.

Sedangkan satu korban lainnya adalah pria berusia 52 tahun yang tewas akibat menghirup gas air mata di Kairo, ibu kota Mesir.
Bentrokan juga terjadi di berbagai wilayah Mesir lainnya. Di kota Helwan, selatan Kairo, bentrokan terjadi antara pendukung presiden terguling Mohamad Morsi dan aparat keamanan. Para pemrotes melempari polisi dengan batu, kembang api dan bom molotov.

Aksi protes juga terjadi di distrik Boulad el-Dakrour, Giza. Massa membawa poster-poster Morsi dan gambar-gambar empat jari sambil menerikkan yel-yel anti militer dan polisi. Massa kemudian terlibat bentrok dengan penduduk setempat yang menentang unjuk rasa pro-Morsi, sementara aparat keamanan berusaha membubarkan massa dengan menembakkan peluru gas air mata.

Di Aleksandria, massa Ikhawanul Muslimin terlibat bentrok dengan penduduk di kawasan timur kota tersebut. Saksi mata mengatakan bahwa penduduk menghentikan aktivitas dan pekerjaan mereka kemudian melawan unjuk rasa hingga terjadi aksi saling lempar. Aparat keamanan kemudian datang melarai dan menangkap 10 orang pendukung Morsi.

Bentrokan juga terjadi di provinsi Beni Suef di mana aparat keamanan meringkus delapan orang pendukung Morsi, dan di kota kecil Sheikh Zuweid di bagian utara di mana satu tentara cidera di bagian betisnya akibat terkena lemparan bom molotov. (mm/ahram/alalam/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL