Egypt-violenceKairo, LiputanIslam – Sedikitnya enam orang pengunjuk rasa tewas akibat bentrokan antara massa demonstran dan aparat keamanan di Kairo, Mesir, Kamis (20/03/2014). Massa terlibat bentrok dengan aparat ketika menggelar pawai unjuk rasa menentang penggulingan Mohamed Morsi dari kursi kepresiden Mesir yang terjadi Juli tahun lalu.

Korban tewas antara lain adalah mahasiswa berusia 18 tahun. Kerusuhan itu juga menjatuhkan belasan korban luka di pihak demonstran, dan lebih dari 70 lainnya diringkus oleh aparat.

Data terbaru menyebutkan bahwa otoritas Mesir yang didukung militer telah menahan hampir 16,000 warga sejak Morsi terguling pada Juli 2013. Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) belum lama ini menyatakan prihatin atas aksi penumpasan aparat keamanan Mesir terhadap unjuk rasa damai anti otoritas Mesir.

Tahun lalu, otoritas Mesir memasukkan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) dalam daftar teroris. Sikap ini ditolak oleh Badan Pengawas HAM dan dinilainya sebagai indikasi bahwa otoritas Mesir bertujuan melumpuhkan semua aktivitas damai IM dan memaksakan sanksi kerasnya terhadap para pendukung dan simpatisan IM.

Berbagai kelompok HAM menyebutkan sedikitnya 1,400 orang tewas dalam gejolak politik Mesir sejak Morsi terguling, dan sebagian besar korban berjatuhan akibat represi yang berlebihan dari aparat keamanan. Unjuk rasa anti otoritas Mesir terjadi hampir setiap hari pasca penggulingan Morsi.  Para pengunjuk rasa menuntut supaya Morsi dikembalikan ke kursi kepresiden. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*