jamal benomar mantan utusan pbb utk yamanNewYork, LiputanIslam.com – Mantan utusan PBB untuk Yaman Jamal Benomar mengungkapkan kesepakatan damai sudah hampir terwujud di Yaman sebelum Saudi melancarkan serangan udara ke Yaman, tetapi kemudian proses itu berantakan akibat serangan bersandi “Badai Mematikan” ini.

Benomar mengungkapkan bahwa kesepakatan politik sebenarnya sudah hampir dicapai di Yaman sebelum Saudi dan sekutunya mengeroyok Yaman melalui serangan udara bersandi Badai Mematikan.

ebagaimana dilansir Wall Street Journal (WSJ), Benomar yang beberapa waktu lalu mundur dari jabatannya sebagai utusan PBB untuk Yaman mengatakan serangan ini telah membuat semua kelompok yang bertikai menjadi kembali bersikap keras dan bersikukuh pada pendirian masing-masing.

Menurutnya, kelompok Ansarullah (Houthi) semula sudah sepakat untuk menarik pasukannya dari kota-kota yang mereka kuasai untuk kemudian diambil alih lagi pasukan pemerintah.

Dia menambahkan bahwa sesuai kesepakatan yang sudah hampir dicapai itu, presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi akan menjadi bagian dari dewan ekskutif selama masa transisi.

“Kelompok-kelompok yang didukung Saudi bersikeras menolak memberikan tempat kepada Houthi dalam kekuasaan politik,” katanya.
Dia juga mengatakan, “Qatar dan Maroko semula siap menjadi tuan rumah pembicaraan babak baru soal Yaman, namun setelah keduanya bergabung dalam koalisi pimpinan Saudi Houthi akhirnya menolak dua tempat ini.”

WSJ juga mengutip keterangan sumber diplomatik bahwa Saudi mencampuri urusan dalam negeri Yaman dengan tujuan mencegah kesepakatan yang melibatkan Houthi dan memberikan kepada kaum wanita tempat sebesar 30% dalam pemerintahan dan parlemen Yaman.
Pernyataan Benomar ini dilontarkan beberapa jam menjelang pembacaan laporannya kepada Dewan Keamanan PBB mengenai mengenai membekunya negosiasi politik Yaman. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL