Washington, LiputanIslam.com –  Pihak pengelola jejaring sosial Twitter mengumumkan pihaknya telah memblokir ribuan akun yang dianggap telah menyebar berita-berita hoax, termasuk akun-akun yang meretweet secara palsu dan masif pesan dan propaganda pro- Arab Saudi.

Akun-akun pro-Saudi itu menjangkau Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) dan terkait dengan isu krisis Qatar dan Yaman.

Pemblokiran itu merupakan yang terbaru pada serangkaian tindakan yang ditempuh oleh situs-situs media sosial semisal Twitter dan Facebook untuk melawan aksi-aksi penyesatan opini yang biasanya dilakukan oleh entitas-entitas yang didominasi oleh rezim-rezim yang terkait dengan berbagai isu namun menyembunyikan identitasnya.

Pada bulan lalu, Facebook menghapus akun-akun palsu dari Mesir, Saudi, dan Uni Emirat karena telah menyebar informasi-informasi penyesatan opini terkait dengan berbagai konflik di Timteng, serta akun-akun dari Cina karena terlibat “operasi terkoordinir yang didukung pemerintah” terkait krisis politik di Hong Kong.

Baca: Nasrallah: Insiden Aramco Buktikan Minyak Lebih Mahal daripada Darah!

“Sesuai kebijakan kami terkait dengan tindakan main-main di ruang kami maka kami hentikan secara permanen akun-akun ini,” ungkap Twitter.

Baca: Bagi AS, Minyak Arab Lebih Penting dari Darah Orang Arab

Twitter menyebutkan bahwa akun-akun dari Mesir dan UEA “terlibat dalam operasi penyesatan media” terkait dengan isu sejumlah negara, terutama Qatar dan Iran. Akun-akun itu dibuat dan dikelola oleh DotDev, sebuah perusahaan teknologi yang bermarkas di Mesir dan UEA dengan kegiatan perluasan zona penyebaran pesan-pesan pro-Saudi.

DotDev enggan berkomentar saat hendak dikonfirmasi oleh kantor berita Perancis, AFP. (mm/raialyoum/skynews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*