Tunis, LiputanIslam.com –  Seorang anggota parlemen Tunisia dari kubu oposisi telah mengoyak bendera Israel dalam sidang parlemen sebagai protes terhadap penundaan pembahasan mengenai draf undang-undang yang menganggap normalisasi hubungan dengan Israel sebagai kejahatan.

Anggota parlemen bernama Ammar Amroussia dari Front Rakyat (Al-Jabhat Al-Shaabiyyah) , kelompok oposisi terkemuka Tunisia, itu menunjukkan bendera kertas Israel kemudian mengoyaknya  dalam sidang parlemen yang ditayangkan secara langsung di televisi pada Selasa (13/2/2018).

Dia mencabik bendera rezim penjajah Palestina itu sembari berseru, “Inilah bendera Rezim Zionis di majelis yang hina ini….. Hidup dan merdeka Palestina! Mulialah Tunisia, umat Arab, dan kaum merdeka dunia!”

Front Rakyat yang merupakan aliansi partai-partai kiri dan nasionalis pada 31 Desember 2017 telah mengajukan draf undang-undang kriminalisasi pemulihan hubungan dengan Israel. Mereka didukung oleh sekira 100 dari 217 total jumlah anggota parlemen, namun Komisi Hukum dan Kebebasan parlemen ini pada Jumat pekan lalu mengumumkan penangguhan pembahasan mengenai draf itu.

“Apa yang terjadi pada hari Jumat itu merupakan skandal berat, semua kota Tunisia dari utara hingga selatan menjadi saksi untuknya, berkenaan dengan isu Palestina sejak tahun 1948,” ujar Amroussia.

Tunusia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, namun Front Rakyat dan beberapa partai lain yang dekat dengannya sejak beberapa tahun silam menuntut supaya normalisasi hubungan dengan Israel dianggap sebagai kejahatan. Tuntutan ini menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan menjadi Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL