banjir di jeddah saudiJeddah, LiputanIslam.com – Bencana banjir di Jeddah dan Madinah al-Munawwarah, Arab Saudi , yang terjadi Selasa (17/11)  dinilai oleh sebagian kalangan di negara ini bukan sebagai “bencana langit” melainkan “bencana bumi”, yakni bukan karena faktor takdir atau kehendak Allah Swt melainkan karena faktor kelalaian manusia, yang dalam hal ini adalah pihak yang berwenang di Saudi.

“Tenggelamnya Jeddah untuk kedua kalinya telah menguak kebohongan Pangeran Khaled Faisal yang dulu berjanji, ‘Kalian dapat menuntutku, bahwa kalian tidak akan pernah tenggelam lagi, dan kalian akan hidup dengan mulia dan sejahtera,’” tulis aktivis Saudi pengguna akun Twitter “Mujtahidd” yang memiliki jutaan follower dan diduga merupakan salah satu pangeran Saudi yang membangkang.

Tiga tahun lalu Khaled Faisal memimpin tim khusus penanggulangan bencana banjir, dan saat itu dia bersumbar bahwa banjir dapat diatasi dengan proyek yang selesai hanya dalam jangka waktu dua minggu.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh meteorolog Dr. Abdullah al-Musnad dari Universitas al-Qasim, Arab Saudi.

“#Jeddah tenggelam akibat ulah para koruptor penebar janji palsu, bukan karena ketinggian curah hujan. Khaled al-Faisal dan Hani Abu Ras harus dihukum,” kicaunya di Twitter, seperti dikutip Alalam, Rabu (18/11).

Dia menambahkan, “Curah hujan yang turun maksimal hanya 30 mm, tapi ternyata terjadi bencana. Problema Jeddah bukan problema langit, melainkan problema bumi seperti pernah saya katakan pada tahun 2009.”

Menurutnya, curah hujan sebesar itu “biasanya tidak sampai merusak dan menimbulkan arus deras, apalagi sampai merenggut korban dan  menghancurkan bangunan infrastruktur.”

Lucunya, dalam wawancara langsung dengan TV Alarabiya milik Saudi begitu al-Musnad mengatakan bahwa bencana banjir Saudi terjadi bukan karena “faktor langit”, tayangan al-Musnad yang sedang berbicara tiba-tiba terputus dan lalu penyiar mengatakan bahwa hubungan terputus akibat gangguan teknis. Menyaksikan kejadian ini, seorang warga Saudi di halaman Twitternya menuliskan, “Saya memang tak berharap channel Alarabiya akan mengatakan kepada rezim (Saudi), ‘Kamu koruptor.’”

Banjir di Saudi menyebabkan sedikitnya delapan orang tewas di Jeddah dan tujuh orang di Madinah al-Munawwarah, dan beberapa orang lain hilang.

Banjir juga menyebabkan lumpuhnya kondisi lalu lintas. Banyak jalan ditutup akibat tingginya genangan air. Beberapa kendaraan rusak dan teronggok begitu saja di pinggir jalan ditinggal oleh pemiliknya.

Pertahanan Sipil di Jeddah menyatakan tim evakuasi telah menerima hampir 3.000 panggilan dari korban, dan terdapat 11 laporan mengenai pohon yang tumbang dan papan reklame runtuh di jalan-jalan utama. Kondisi juga diperparah oleh terputusnya aliran listrik.

BMKG setempat memprediksi cuaca buruk akan terus terjadi hingga akhir pekan ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL