Serangan udara terhadap sebuah posisi ISIS di Irak

Baghdad, LiputanIslam.com – Untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan aliansi internasional anti organisasi teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Belanda, Belgia dan Austalia mulai menjalankan misi serangan udaranya terhadap posisi ISIS di Irak.

Sebagaimana dilaporkan Alalam, pihak militer Australia Ahad sore (5/10) menyatakan bahwa beberapa pesawat tempur Super Hornet miliknya mulai menjalankan misi pemantauan di angkasa bagian utara Irak.

“Jet-jet tempur Super Hornet siap menyerang sasaran-sasaran apabila sudah ditetapkan,” ungkap militer Australia.

Jumat lalu (3/10) pemerintah Canberra mengizinkan militer Austalia untuk terlibat dalam serangan udara terhadap ISIS di Irak.

Pemerintah Den Haag juga menyatakan bahwa beberapa jet tempur F-16 milik Belanda sudah terbang untuk pertama kalinya di angkasa Irak untuk memantau lokasi-lokasi konflik, dan “kini sudah siap untuk disebar di Irak.”

Sementara itu, jet tempur F-16 milik Belgia dilaporkan sudah memulai serangan terhadap ISIS di Irak.

Kementerian Pertahanan Belgia dalam statemennya menyatakan, “Komandan Operasi Elang Sahara (sandi operasi militer Belgia di Irak) telah menginstruksikan intervensi bersenjata setelah memantau sasaran berupa kawanan teroris yang bermaksud menyerang pasukan keamanan Irak.”

Statemen ini menambahkan bahwa satu jet tempurnya telah menjatuhkan rudal terhadap sasaran dan berhasil membasmi ancaman yang ada saat itu.

Tanggal 26 Juli lalu parlemen Belgia telah menyetujui pengiriman enam unit jet tempurnya untuk ikut berpartisipasi dalam operasi militer anti teroris ISIS di Irak. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL