Stockholm, LiputanIslam.com –  Organisasi Wikileaks memperolok standar ganda Amerika Serikat (AS) dalam memperlakukan negara sekutunya, Arab Saudi, dan negara musuh keduanya, Iran. Organisasi yang bermarkas di Stockholm, Swedia, ini memublikasi karikatur bergambar Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump.

Dalam karikatur ini terlihat Bin Salman menyembelih seorang korban yang digambarkan sebagai Yaman, sedangkan Trump membantu Bin Salman dengan memegang kedua kaki korban itu agar tidak meronta.

Karikatur ini disertai empat catatan kecil sebagai berikut:

  • Wahhabi Saudi melakukan (serangan teror) 11 September (2001), Trump malah menyanksi Iran.
  • Saudi mendanai dan mempersenjatai ISIS, Iran memerangi ISIS, Trump justru menyanksi Iran.
  • Saudi memutilasi jurnalis (Jamal Khashoggi) yang berbasis di DC, AS menyanksi Iran.
  • Saudi membom dan melaparkan Yaman, Trump menyanksi Iran.

Seperti diketahui, di saat Arab Saudi mendapat kecaman luas dari khalayak internasional terkait dengan kasus pembunuhan Khashoggi dan serangan brutalnya terhadap Yaman, AS malah memberlakukan  sanksi baru dengan sasaran sektor minyak dan keuangan Iran sejak Senin (5/11/2018), dan tidak berbuat apapun terhadap Saudi.

Sanksi ini diberlakukan AS setelah negara arogan ini keluar dari kesepakatan nuklir Iran dengan dalih bahwa perjanjian ini cacat dan tidak cukup untuk membatasi sepak terjang Iran di Timur Tengah. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*