Riyadh, LiputanIslam.com – Beberapa foto hasil pencitraan satelit memperlihatkan sebuah komplek bangunan industri di lokasi reaktor nuklir di Riyadh, Arab Saudi, yang kabarnya akan  dioperasikan Arab Saudi pada tahun ini.

Menurut kantor berita Bloomberg, Arab Saudi akan segera menyelesaikan reaktor nuklir pertamanya, seperti yang terlihat dalam pencitraan satelit untuk fasilitas tersebut.

Sesuai GoogleEarth, “Fasilitas Riset” itu terletak di sudut barat daya King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST), Riyadh, dan proyeknya terus berjalan serta terlihat bahwa konstruksinya akan berakhir pada wadah vertikal yang berisi bahan bakar nuklir.

Bloomberg menyebutkan bahwa kemajuan ini menjadi perhatian para ahli pengendalian senjata karena Arab Saudi belum menandatangani kerangka internasional untuk aturan yang diikuti oleh negara-negara nuklir lain guna memastikan bahwa program nuklir sipil tidak digunakan untuk membuat senjata.

Menurut Bloomberg, “pemasok bahan bakar nuklir tidak akan bergerak untuk menyuplai fasilitas  Saudi itu  sampai sampai negara ini menyelesaian semua prosedur pemantauan baru dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina.”

Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman lebih dari satu tahun lalu pernah bersumbar, “Jika Iran memiliki senjata nuklir maka Arab Saudi juga akan mengupayakannya secepat mungkin.”

Dia juga mengatakan, “Kerajaan ini akan mengembangkan bom nuklir jika saingan regionalnya, Iran, melakukannya.”

Menurut Bloomberg, pernyataan itu menimbulkan tanda merah di dalam komunitas pengawas nuklir, yang merasa tidak nyaman karena mereka memiliki akses ke situs-situs nuklir di Iran lebih banyak daripada Arab Saudi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*