The Week In Mideast Photos GalleryRiyadh, LiputanIslam.com –   Pihak militer Arab Saudi mengakui dua prajuritnya terbunuh di kawasan perbatasan negara ini dengan Yaman akibat ledakan misil yang meluncur dari arah Yaman.

Rai al-Youm melaporkan bahwa komando pasukan gabungan Arab Saudi dalam statemennya yang dirilis Senin kemarin (17/8) menyatakan dua anggota angkatan daratnya,  Sersan Ali Mufreh Hassan Ghazouani and Sersan Sorwi Ahmed Al Said, tewas dalam pertempuran di kawasan Jizan.

Di laporkan pula bahwa beberapa tentara Saudi lainnya juga terbunuh akibat serangan intensif pasukan Yaman ke pangkalan Burj al-Radif di Jizan. Gencarnya serangan pasukan Yaman saat itu juga membuat tentara Saudi yang ada di pangkalan itu memilih kabur meninggalkan tempat tugasnya.

Sehari sebelumnya, tujuh tentara Saudi juga menemui ajalnya sementara beberapa kendaraan lapis baja mereka juga hancur terkena gempuran militer dan pasukan rakyat Yaman terhadap beberapa posisi militer Saudi di Jizan dan Najran.

Fars News mengutip keterangan sumber-sumber Yaman Senin kemarin bahwa militer Yaman dan pasukan Ansarullah (Houthi) telah menyasak pangkalan militer Alab di kawasan Dahran, provinsi Usair, Arab Saudi, dengan 10 roket Grad, hingga jatuh beberapa korban tewas dan luka di pihak militer Saudi.

Selain itu, pasukan Yaman juga meluncurkan 20 roket Grad ke pangkalan al-Amud dan Jallah serta menyerang beberapa posisi militer Saudi al-Khubah di provinsi Jizan, Saudi, mengakibatkan tujuh tentara Saudi tewas.

Sementara itu, serangan udara terbaru Saudi terhadap Yaman menjatuhkan korban jiwa belasan orang.  Di kawasan al-Kadakad, provinsi Ibb, serangan Saudi kemarin mengakibatkan satu warga terbunuh serta satu gedung sekolah dan satu jembatan hancur total, sedangkan serangannya di kawasan al-Humaidat, provinsi Saadah, menewaskan satu anak kecil dan melukai beberapa lainnya.

Korban terbanyak akibat serangan udara Saudi jatuh di kawasan Khubt, provinsi al-Jawf, yaitu 12 orang, termasuk satu anak kecil dan satu perempuan.

Arab Saudi memulai serangannya terhadap Yaman sejak 26 Maret lalu dengan tujuan memulihkan pemerintahan presiden Mansur Hadi yang kini terasing di Riyadh, ibu kota Saudi, menyusul peristiwa revolusi rakyat yang digerakkan oleh milisi gerakan Ansarullah (Houthi). Meskipun serangan sudah berlangsung selama lebih dari empat bulan  namun apa yang harapkan Saudi itu tak kunjung terpenuhi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL