تشكيل الوية تطوعية للدفاع في البصرة لمحاربة داعشBaghdad, LiputanIslam.com – Jumlah relawan Irak terus membengkak untuk membantu perang tentara Irak melawan gerilyawan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL). Mengutip laporan Voice of Iraq, FNA Jumat (13/6/2014) memberitakan bahwa lebih dari 5,000 orang penduduk provinsi Babil telah terdaftar untuk ikut mengangkat senjata bersama tentara Irak melawan ISIL di tiga provinsi yang dilanda krisis keamanan, yaitu Ninawa, Salah al-Din dan Kirkuk.

Dilaporkan bahwa para relawan masih terus berdatangan dan antri mendaftarkan diri. Sepanjang Kamis (12/6/2014) saja pusat pelatihan kepolisian provinsi Babil telah menerima ribuan pendaftar. Selain itu, banyak tenaga pendidik dan pelatih kepolisian kewalahan dan terpaksa memberikan pelatihan siang malam kepada para relawan.

Kota Hillah di Babil sempat diwarnai unjuk rasa besar-besaran mendesak pemerintah provinsi Babil supaya memperkenankan mereka ikut berperang melawan ISIL.

Tak kalah dahsyatnya, di provinsi Basrah jumlah relawan kini menembus 13,000 orang. Jumlah relawan di provinsi yang berjarak 590 kilometer selatan Baghdad ini tiba-tiba membludak setelah tersiar kabar bahwa provinsi ini kekurangan aparat keamanan karena sebagian tentara di sana dikirim ke berbagai kawasan yang dilanda krisis di utara Irak.  آلاف المتطوعين من انحاء العراق والعشائر تقاتل داعش في عدة مدن

Mujib al-Hisani, anggota parlemen Basrah, mengatakan, para pejabat keamanan dan administrasi berbagai instansi terkait Kamis (12/6/2014) telah menyelenggarakan rapat terkait masalah ini.

“Dalam rapat ini, panglima angkatan bersenjata menyetujui pembentukan batalyon Basrah yang melibat 13,000 relawan untuk mengisi kekosongan akibat dikirimnya Divisi 14 Angkatan Bersenjata Irak dan sejumlah besar personil kepolisian Basrah ke provinsi Ninawa, Salah al-Din dan Kirkuk yang dilanda krisis,” ujar al-Hisani.

Sementara itu, sebanyak seribu personil relawan bersenjata dilaporkan sudah memasuki kota Samarra untuk menjaga makam-makam suci kaum Syiah di kota tersebut.

“Demi melindungi makam Imam Askariyain (Imam Ali Hadi dan Imam Hasan Askari), sejauh ini sudah ada sekitar 1,000 relawan yang tiba di Samarra. Mereka adalah rakyat yang rela mengangkat senjata demi melawan ISIL,” ujar seorang pejabat kepolisian kepada Waradana. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL