suriah faisal mekdadDamaskus, LiputanIslam.com – Wakil Menteri Luar Negeir Suriah , Faisal Mekdad, menyatakan telah terjadi peningkatan jumlah dan intensitas kontak negara-negara Eropa maupun non-Eropa dengan pemerintah Suriah berkenaan dengan pembukaan kedutaan besar (kedubes) masing-masing untuk Suriah di Damaskus, ibu kota negara ini.

Mekdad optimis tak lama lagi akan dibuka kedubes beberapa negara untuk Suriah di Damaskus.

“Beberapa negara Eropa sering mengontak kami dalam berbagai kesempatan. Saya kira tak lama lagi kedubes mereka akan dibuka di Damaskus. Namun saya tidak akan menyebutkan nama negara-negara itu agar mereka tidak mendapat tekanan,” katanya dalam wawancara dengan IRNA, Minggu (6/9).

Dia menambahkan bahwa tekanan itu berasal Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi. Dua negara ini mendesak negara-negara yang bermaksud membuka kembali kedubesnya di Damaskus supaya mengurungkan niat ini.

Mekdad hanya menyebutkan nama negara Tunisia yang, menurutnya, telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Suriah untuk mendatangkan konsulat jenderalnya ke Damaskus, dan pemerintah Suriahpun menyambut baik permohonan itu.

Mengenai sebab mengapa negara-negara itu dulu menutup atau meliburkan kedutaan besar masing-masing, dia menjelaskan, “Sebagian besar negara yang meliburkan kedutaan besarnya bukan dalam rangka pemutusan hubungan diplomatik, melainkan dengan alasan kondisi keamanan Suriah.”

Dia juga mengatakan bahwa banyak negara yang memastikan akan kembali membuka kedutaan besar masing-masing apabila situasi keamanan dirasa sudah kondusif.

Dibukanya kembali kedutaan besar berbagai negara akan menjadi pukulan bagi sejumlah negara semisal AS dan Saudi yang selama ini berharap pemerintahan presiden Suriah Bashar al-Assad terguling oleh gelombang pemberontakan dan terorisme yang mereka

(mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL