London, LiputanIslam.com –  Media online Rai al-Youm mengungkap beberapa rincian baru mengenai penangkapan diktator Irak mendiang Saddam Hossein pada hari peringatan eksekusinya yang jatuh pada tanggal 30 Desember.

“Saddam Hussein ditangkap oleh pasukan AS setelah operasi intelijen yang melibatkan pihak-pihak Israel, Amerika Serikat (AS), dan Arab,” ungkap surat kabar yang berbasis di London, Inggris, itu berdasarkan keterangan salah satu pemimpin oposisi Yordania, Mohammad Khalaf al-Hadid, yang juga berurusan dengan masalah Irak.

“Benang merah penangkapan Saddam dimulai dengan pelarian seorang perwira Irak ke Yordania bersama sejumlah besar orang lain ketika pasukan AS menyerang bagian barat Baghdad. Nama perwira itu  As’ad Yassin, yang diinterogasi di Yordania. Dia memberikan informasi kepada pihak AS di Amman (Yordania) melalui sebuah negara Arab dari orang lain bernama Mohammed Ibrahim yang dikirim oleh Saddam kepadanya supaya  dia bergabung dengan perlawanan dan menghadap Saddam di  Tikrit,” terang al-Hadid.

Dia mengklaim bahwa informasi tersebut menjadi pegangan dalam operasi pengejaran intelijen yang kompleks di tempat-tempat di mana Saddam diduga dapat ditemukan.

Disebutkan pula bahwa intelijen AS menangkap Ibrahim, seorang Palestina yang terlibat kontak dengan kroni Saddam. Mossad lantas melakukan interogasi disertai penyiksaan terhadapnya dan kemudian memperoleh informasi detail tentang keberadaan Saddam.

Laporan itu mengklaim bahwa “Perdana Menteri Israel (saat itu) Ariel Sharon sangat antusias atas proses tersebut sehingga dia bahkan menjadi pengunjung pertama Saddam Hussein setelah penangkapannya di sebuah penjara untuk dapat melihatnya di balik jeruji besi.”

Rai al-Youm menyebutkan “Perwira Asaad Yassin, yang tinggal di Amman, juga memberikan informasi kepada seorang gadis Maroko yang direkrut oleh Mossad (badan intelijen Israel) terkait dengan senjata pemusnah massal dan reaktor nuklir Irak,” dan Yassin adalah sepupu dan salah satu kroni Saddam.

Pada 30 Desember 2006 otoritas Irak mengeksekusi Saddam atas kejahatannya terhadap kemanusiaan, dan dengan demikian berakhirlah fase sejarah Irak yang diperintah oleh Saddam selama hampir seperempat abad. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*