كاتب سعودي يسخر من العريفي وروايته حول الجن!Riyadh, LiputanIslam.com – Penulis Arab Saudi Ali Saed al-Musawi membuat catatan kritis terhadap juru da’i Wahabi Saudi terkenal, Syeikh Mohammad al-Arifi, lantaran al-Arifi dalam sebuah pidato yang rekaman videonya belakangan beredar di medsos berusaha memojokkan kaum Muslim Syiah dengan cara membawakan riwayat sejarah tentang pertemanan dan dialog Imam al-Sya’bi dengan jin.

Sebagaimana dilansir al-Watan, Minggu (6/12), al-Musawi menyebutkan bahwa sebuah penggalan kecil rekaman video ceramah al-Arifi telah menempati urutan ke-7 dalam trending topic pekan lalu, dan dalam rekaman video itu terlihat dia membawakan kisah bahwa Imam al-Sya’bi berkata; “…Saya pernah memiliki teman dari kalangan jin yang keluar dari dinding kemudian aku tidak melihatnya. Dia menyukai nasi sehingga aku menjelaskan tentang nasi kepadanya. Dia mengangkat makanan lalu aku tidak melihatnya… Pada suatu hari aku bertanya kepadanya, ‘Apakah di kalanganmu ada berbagai aliran dan mazhab seperti yang ada pada kami? Dia menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya lagi kepadanya, ‘Aliran apa yang paling keji di kalangan jin?’ Dia menjawab, ‘Aliran yang disebut Rafidhah (Syiah)’”.

Menanggapi cerita al-Arifi ini al-Musawi menyatakan, “Hari ini saya menulis supaya cerita ini tidak merampas akal sehat kita dengan tekanan naskah-naskah palsu dari lembaran-lembaran sejarah, terutama rasionalitas Syeikh terpercaya ini (al-Sya’bi). Ketahuilah bahwa Syekh Amir bin Syarahil al-Hamadani al-Sya’bi lahir pada 6 tahun pasca kekhalifahan Umar bin Khattab sehingga dia hidup dan meninggal dunia sebelum istilah “Rafidhah” dicetuskan oleh Imam Zaid bin Ali bin Zainal Abidin bin Hasan bin Ali ra pada paruh pertama abad ke-2 H. Ketahuilah pula bahwa Imam al-Sya’bi hidup berpindah-pindah antara tanah kelahirannya di Yaman dan Hijaz jauh sebelum masuknya beras/nasi ke Jazirah Arab pada tahun 1400 H. Dengan demikian, semua bukti historis, logis dan tekstual tidak menunjukkan apa-apa kecuali adanya penukilan cerita palsu dari seorang imam yang hidup bukan pada masa kemunculan istilah Rafidhah, sebagaimana kedustaan tentang Kabsah Nasi yang baru dikenal oleh kabilah-kabilah Jazirah ini sejak 70 tahun silam.”

Al-Musawi melanjutkan, “Wahai saudaraku, Mohammad al-Arifi, hargailah akal sehat kita, sebab kita sekarang hidup pada zaman di mana informasi bisa didapat hanya dengan menekan tombol-tombol ponsel. Dengan hanya dua kali tekan, anak SMP yang menghadiri ceramah Anda itu akan segera mengetahui bahwa Imam al-Sya’bi lahir dan meninggal sebelum kemunculan istilah Rafidhah, sebagaimana anak itu juga akan tertawa terpingkal sebab kakek ayahnya juga sama sekali tak pernah tahu apa itu Kabsah Nasi yang menjadi makanan jin yang dibuang-buang di atas pasir Arabia pada 1400 tahun silam.”

November lalu al-Arifi dikabarkan akan datang ke Masjid Istiqlal, Jakarta, namun kemudian beredar petisi yang diikuti ribuan netizen untuk menolak kedatangannya karena dia dikenal sebagai pendukung pemberontak Suriah.Arifi2

Petisi itu ditujukan kepada Dewan Masjid Istiqlal agar menolak rencana kedatangan Al-Arifi. Dikabarkan, Al-Arifi akan ke Istiqlal pada 17 Januari 2016. Dalam petisi itu juga diingatkan bahwa Maroko sudah berhasil menolak kedatangan Al-Arifi.

Al-Arifi adalah ulama Wahabi yang mendukung pemberontakan di Suriah. Dalam hal ini dia mengatakan, “Jika kalian sudah kehilangan harga diri dan kehormatan untuk membela saudara-saudara kita di Suriah, maka minimal kalian bebaskan rakyat Arab untuk bertindak membantu saudara-saudaranya di Suriah, dan kalian akan disiksa di kubur jika tidak membantu perjuangan rakyat Suriah saat ini.”

Seruan ini disebarluaskan oleh media-media Islam mainstream di tanah air. (Baca: Menelisik Jejak Arifi, Ulama Provokator Penyeru Jihad ke Suriah) (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL