برزاني يرفض الانسحاب من مناطق سيطرت عليها قواتهBaghdad, LiputanIslam.com – Dalam kondisi masih berjibaku dengan militan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS), pemerintah Irak juga harus berhadapan dengan satu “PR” lagi yang tak kalah beratnya. Pemimpin Kurdistan Irak Masoud Barzani menolak menarik pasukannya, Peshmerga, dari wilayah yang dikuasainya pasca heboh serangan ISIS di Mosul. Di saat yang sama Gubernur Ninawa, Atheel al-Nujaifi, menyerukan pembentukan wilayah otonomi Sunni.

Menurut laporan FNA Kamis (3/7/2014) dia malah menyerukan penyelenggaraan referendum untuk wilayah Kirkuk, dan bahkan meminta parlemen Kurdistan menentukan tanggal untuk referendum tersebut.

Di parlemen Kurdistan dia mengatakan, “Tidak adanya rekomendasi dari sebagian pihak internasional bukan berarti penolakan (terhadap referendum). Ada pihak internasional yang mendukung masalah ini.”

Dengan nada tinggi dia juga menegaskan bahwa pasukan Peshmerga tidak akan ditarik dari wilayah yang sudah dikuasai pasukan ini pasca insiden Mosul, dan tidak akan ditarik dari Kirkuk.

Sebelumnya dia pernah mengatakan, “Keberadaan pasukan Peshmerga di beberapa kawasan itu bukan berarti pihak Kurdi memaksakan dirinya terhadap Kirkuk. Kami akan menyelenggarakan referendum terkait kawasan-kawasan itu, dan akan menghormati apapun keputusan penduduk setempat.”

Barzani kembali melimpahkan krisis yang melanda Irak belakangan ini ke pundak Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki.

Sejak beberapa tahun silam Masoud Barzani dalam berbagai kesempatan telah melontarkan wacana kemerdekaan wilayah Kurdistan. Karena itu, di tengah situasi krisis yang melanda Irak sejak beberapa pekan lalu akibat aksi ISIS dia terlihat gigih memanfaatkan situasi untuk mendapatkan konsesi sebanyak mungkin dari pemerintah Baghdad.

Sementara itu, Gubernur Ninawa Atheel al-Nujaifi, menyerukan pembentukan wilayah otonomi Sunni. Saudara Atheel al-Nujaifi, ketua parlemen Irak yang sudah habis masa jabatannya, tersebut meminta kepada faksi-faksi politik Sunni supaya mendirikan wilayah otomi Sunni.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi Sunni bertahan dengan kondisi seperti yang ada selama ini,” ujarnya, sebagaimana dikutip al-Sumaria. Dia yang justru kabur ketika Mosul diserbu ISIS itu beralasan, “Kita tidak dapat percaya lagi kepada tentara yang tidak mau melawan aksi pendudukan ISIS dan malah membiarkan warga sendirian.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL