Arbil, LiputanIslam.com –  Pemimpin wilayah otonomi Kurdistan Irak Masoud Barzani mengaku pihaknya bersedia berunding dengan pemerintah pusat Irak tapi setelah referendum desintegrasi wilayah ini selesai diselenggarakan.

“Kami siap berdialog dengan pemerintah Irak, tapi setelah penyelenggaraan referendum,” katanya dalam pidato kampenye referendum kemerdekaan Kurdistan di gedung olah raga kota Arbil, Irak, Jumat (22/7/2017).

Dia menambahkan sudah sekian tahun pihak Kurdi Irak berkesimpulan bahwa kerjasama dan partisipasi dengan Baghdad telah membentur jalan buntu.

Dia kemudian berkilah dengan mengatakan bahwa keputusan menyelenggarakan referendum sekarang sudah bukan lagi di tangannya maupun partai-partai Kurdi, melainkan rakyat Kurdistanlah yang mengambil keputusan soal ini.

Karena itu, dia menegaskan lagi bahwa Kurdistan tidak akan bersedia menghentikan ataupun menunda referendum kemerdekaan yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 September 2017. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL