Beirut, LiputanIslam.com –  Jet tempur Rusia melancarkan serangan udara ke provinsi Idlib di bagian barat laut Suriah, Selasa (4/9/2018), ketika Amerika Serikat (AS) baru saja mengingatkan pemerintah Suriah bahwa operasi militer di sana berpotensi menimbulkan “tragedi kemanusiaan.”

Serangan udara Rusia itu dilancarkan juga setelah Moskow menyatakan bahwa Pasukan Arab Suriah (SAA) “siap menyelesaikan masalah terorisme di Idlib,” dan empat hari menjelang pertemuan puncak segi tiga Rusia, Iran dan Turki mengenai masa depan Idlib yang kini menjadi markas terakhir kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra serta beberapa kelompok pemberontak Suriah.

Tatapan SAA belakangan ini terfokus ke Idlib setelah tahun ini berhasil menguasai sepenuhnya provinsi Damaskus dan sekitarnya sebelum kemudian kawasan Suriah selatan. Dalam rangka ini sejak sekira sebulan lalu SAA mengerahkan personil dan mesin-mesin perangnya ke Idlib untuk persiapan mengobarkan perang besar terakhir melawan teroris dan pemberontak.

Jet tempur Rusia menggempur beberapa kawasan di Idlib setelah kawanan bersenjata di Idlib menyerang posisi SAA di provinsi Latakia hingga menewaskan tiga anggota SAA.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump di halaman Twitternya mencuit: “Presiden Suriah Bashar Assad hendaknya tidak menyerang provinsi Idlib secara membabi buta. Rusia dan Iran akan melakukan kesalahan kemanusiaan yang besar dalam tragedi kemanusiaan yang potensial ini.”

Dia menambahkan, “Ratusan ribu orang bisa terbunuh. Jangan biarkan itu terjadi! ” (mm/raialyoum/ Guardian)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*