Moskow, LiputanIslam.com –  Kemlu Rusia mengecam keras penolakan Barat terhadap gagasan bersama Rusia dan Iran di Organisasi Larangan Senjata Kimia (OPCW) untuk pengiriman tim pencari fakta tragedi bom kimia Khan Shaykhun.

Kepala Departemen Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata Kemlu Rusia Mikhail Ulyanov, Kamis (20/4/2017), mengaku sudah sudah menduga Barat bersikap demikian.

“Hasil penghitungan suara di Dewan Eksekutif OPCW yang menyebabkan ditolaknya gagasan Rusia dan Iran untuk penyelidikan fakta tragedi Khan Shaykhun itu dapat diperkirakan sebelumnya,” katanya, Kamis (20/4/2017).

“Untuk pengukuhan keputusan demikian dalam sidang diperlukan 2/3 suara, sementara suara negara-negara Barat menempati lebih dari 1/3. Dengan demikian, tak ada kemujuran untuk pengiriman pengawas internasional ke lokasi tragedi kimia Khan Shaykhun sehingga kami berkesimpulan bahwa negara-negara Barat mengakui tentara Suriah tidak menggunakan senjata kimia, dan karena itu mereka menghalangi pengiriman pengawas internasional untuk melakukan penyelidikan secara cermat dan mengungkap peristiwa ini,” terangnya.

Senada dengan ini Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov di hari yang sama mengatakan bahwa distorsi fakta-fakta Suriah, termasuk mengenai  tragedi kimia Khan Shaykhun, oleh negara-negara Barat sudah menjadi tradisi keseharian.

“Sayang sekali, sidang terbaru Dewan Eksekutif OPCW justru menambah kerisauan kami soal ini. Harus ditekankan bahwa kontinyuitas upaya diplomatik dewasa ini hanya berkenaan dengan penyelesaian persoalan-persoalan pasca peristiwa kimia Khan Shaykhun,” sesalnya.  (mm/irna/segodnya)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL