iraq-army-day-2010-1-6-7-41-29Beirut, LiputanIslam.com – Dengan bantuan relawan dan pasukan adat, tentara Irak dilaporkan telah berhasil membebaskan sebagian besar provinsi Diyala beserta ibu kotanya, Baquba, di bagian timur Irak dari cengkraman militan bersenjata.

Al-Alam melaporkan bahwa dewasa ini jalur-jalur keluar masuk provinsi Diyala sudah terbuka sepenuhnya, polisi dan tentara Irak sedang ditempatkan di berbagai titik dan jalur strategis provinsi ini. Kota Baquba pun juga sudah tenang. Pasukan adat dan relawan membantu tentara mendirikan pos-pos pemeriksaan.

Menurut al-Alam, semua prajurit dan komandan militer Irak kini berada di dalam kondisi mental yang sangat optimal. Apa yang dilakukan tentara Irak di banyak tempat sekarang adalah perburuan militan dan pencarian tempat-tempat persembunyian mereka hingga banyak militan yang tertangkap atau terbunuh karena melawan.

Sumber kepolisian provinsi Diyala menyatakan satu petinggi ISIS untuk kawasan Sulaiman Beik, provinsi Salah al-Din, tewas bersama satu anak buahnya. Dia diserang pasukan Irak di kawasan utara Baquba setelah pergerakannya terpantau dari kawasan tersebut ke arah kawasan al-Adim (60 km utara Baquba).

Di Tikrit, menurut data Komando Umum Militer Irak yang dilansir TV al-Iraqia, sebanyak 150 militan tewas dan banyak perlengkapan perang mereka hancur terganyang operasi militer Irak Ahad (29/6/2014).

Ketua parlemen provinsi Salah al-Din, Ahmad al-Karim, kepada al-Sumaria mengatakan banyak kawanan bersenjata kabur ke arah gurun setelah satuan-satuan militer Irak memasuki kota Tikrit. Menurutnya, sejak Ahad (29/6/2014) satuan-satuan militer Irak dan Divisi 9 sudah tiba di kota Tikrit untuk membebaskan beberapa kawasan yang masih ditempati oleh ISIS.

“Sejak pasukan Irak masuk ke Tikrit, sebagian besar kawanan bersenjata kabur ke kawasan gurun provinsi Salah al-Din, tapi mereka tidak dikejar karena sementara ini yang diupayakan adalah pembebasan berbagai kawasan terlebih dahulu,” ujar al-Karim.

Dia menambahkan bahwa dewasa ini tergalang kerjasama yang luar biasa antara pasukan Irak dan pasukan adat. Banyak anak muda setempat ikut mengangkat senjata berburu kawanan militan ISIS.

Sementara itu, Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Irak, Nikolay Mladenov, menyatakan prihatin atas kekejaman para teroris Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS) terhadap warga sipil di provinsi Ninawa.

“Para teroris telah membantai secara massal ribuan warga Muslim, Kristen dan Turkaman di provinsi Ninawa,” ujar Mladenov, seperti dikutip IRNA. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL