israeli mortarDamaskus, LiputanIslam.com – Wilayah selatan Suriah dalam beberapa hari terakhir menjadi ajang pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Suriah (SAA) dan milisi pemberontak. Namun, di tengah pertempuran itu tentara Zionis Israel ikut terlibat langsung dengan menembakkan mortir ke arah pasukan SAA demi melindungi milisi dari kekalahan.

Bersamaan dengan ini, pertempuran antara milisi pemberontak Front al-Nusra melawan milisi Daulah Islam di provinsi Deir al-Rouz kian membara.

Mengutip laporan portal berital Syria Online, FNA Jumat (2/5/2014) menyebutkan bahwa milisi Suriah dalam satu pekan terakhir ini berusaha menghubungkan front Quneitra dengan front Daraa di wilayah selatan Suriah agar keduanya menjadi satu front.

Menurut situs Rai al-Youm, milisi di dua front tersebut tergolong paling solid dan diam-diam mendapat pelatihan dan dukungan intelijen Amerika Serikat dan Arab Saudi. Dalam dua hari terakhir mereka berhasil menguasai wilayah sepanjang perbatasan Suriah dengan Israel dan terjadi pertempuran sengit antara mereka mereka dengan SAA di beberapa distrik provinsi Quneitra.

Sumber-sumber militer Suriah menyatakan bahwa dalam tiga hari terakhir tentara Israel intensif menembakkan peluru-peluru mortirnya terhadap SAA demi membendung serangan SAA terhadap basis-basis milisi pemberontak di kawasan Quneitra. Menurut sumber-sumber itu, terjadi kordinasi mencolok antara milisi dan tentara Israel di sepanjang perbatasan Suriah-Israel.

Sedangkan wilayah utara dan timur provinsi Deir al-Rouz dilaporkan kian meradang akibat persiteruan kelompok militan Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIL) melawan Front al-Nusra. ISIL bersumbar bahwa dalam waktu dekat Deir al-Rouz akan menjadi wilayah kedua yang dikuasai penuh oleh ISIL, sedangkan Front al-Nusra berjanji akan segera melancarkan serangan yang “mengejutkan dan mengguncang” ISIL.

Rabu lalu terjadi pertempuran sengit milisi ISIL melawan milisi al-Nusra dan para sekutunya di Front Islam. Beberapa laporan menyebutkan terjadi kemajuan pesat di pihak ISIL dan bahwa kekuasaan penuh milisi ini atas Deir al-Rouz hanya tinggal menunggu waktu sehingga provinsi ini akan menjadi pangkalan kedua ISIL di Suriah setelah provinsi Raqqah.

Sementara itu, terkait pemilu presiden Suriah, ketua parlemen Suriah Mohammad Jihad al-Liham menyatakan Kamis 1 Mei sebagai hari terakhir masa pendaftaran calon presiden yang dimulai sejak Selasa 23 April pekan lalu. Dia juga menyebutkan bahwa jumlah nama yang sudah terdaftar mencapai 24 orang, termasuk presiden incumbent Bashar al-Assad.

Sesuai Undang-Undang Dasar Suriah, nama-nama itu akan diseleksi kelayakan oleh parlemen Suriah dan Mahkamah Konstitusi dalam tempo tiga hari, dan setelah itu akan diumumkan nama-nama yang dinilai layak. (mm/fna/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL