hari nakbaGazaCity, LiputanIslam.com –  Ribuan orang Palestina di berbagai penjuru dunia Jumat kemarin (15/5) menggelar unjuk rasa menandai peringatan 67 tahun penjajahan tanah air mereka oleh kaum Zionis. Dengan demikian, bangsa Palestina kembali menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah melupakan kampung halaman dan tanah tumpah darah mereka yang berada dalam cengkraman kaum Zionis Israel yang didukung oleh Barat.

Peringatan ini disebut hari “Nakba” yang berarti bencana, malapetaka dan tragedi. Bangsa Palestina selalu memperingatinya antara lain dengan menggelar pawai unjuk rasa dan meneriakkan kutukan terhadap Israel serta kecaman  terhadap kebungkaman lembaga-lembaga internasional di depan kejahatan kaum Zionis Israel. Mereka menuntut pengembalian hak asasi mereka.

Nakba menjadi satu istilah yang mengacu para peristiwa pembasmian etnis dan pengusiran ratusan ribu warga Palestina dari kampung halaman mereka oleh kaum Zionis pada tahun 1948. Saat itu, 78 persen tanah Palestina diduduki oleh kaum Zionis hingga kemudian kaum penjajah ini mendirikan negara bernama Israel.

Dengan mengandalkan kekuatan senjata, mereka mengosongkan 530 kota dan desa Palestina dari penduduknya dan merampas tanah seluas 18.6 juta km persegi. Perampasan ini dibarengi dengan 35 kasus pembantaian massal, sementara sebanyak hampir 800,000 orang Palestina terusir dari negeri dan kampung halaman mereka. Kini jumlah mereka yang berstatus sebagai pengungsi itu mencapai sekitar 5 juta jiwa yang sebagian besar tersebar di Tepi Barat, Jalur Gaza dan beberapa negara Arab sekitar, termasuk Suriah, Lebanon dan Yordania. Tak hanya mengusir penduduk Palestina, kaum Zionis juga berusaha menghapus jejak sejarah dan latar belakang sosial dan keagamaan Palestina.

Meski pecah pada tanggal 15 Mei 1948, namun tragedi besar itu sudah diproyeksikan sejak tahun 1917. Pada tanggal 2 November 1917, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan bertanggungjawab menyediakan sebuah negeri bagi kaum Yahudi di Palestina. Pernyataan ini kemudian dikenal dengan “Deklarasi Balfour”.

Saat itu, Menteri Luar Negeri Inggris Arthur James Balfour mengungkapkan janji itu kepada kaum Yahudi Zionis, dan kemudian digalanglah upaya yang juga melibatkan berbagai pihak lain hingga terjadilah apa yang disebut tragedi Nakba.

Memperingati hari Nakba, sayap militer Hamas Brigade Ezzedin al-Qasaam Jumat kemarin menegaskan bahwa hitungan mundur untuk kehancuran Israel sudah dimulai dan bangsa Palestina pasti akan kembali ke kampung halaman mereka.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Anatolia,al-Qassam dalam pernyataannya melalui medsos Twitter mengingatkan kepada Israel dengan bahasa Ibrani yang artinya: “Wahai kaum Zionis, kalian merayakan hari kemerdekaan (terjadi bersamaan dengan peringatan Hari Nakba) di atas lautan darah kami, namun ingatlah bahwa  setiap kejahatan pasti musnah… Kalian telah mendatangi kami dari berbagai penjuru dunia dan merampas negeri kami. Menyingkirlah kalian, karena sejarah tidak pernah menyebutkan ada pendudukan yang dapat bertahan untuk selamanya.”

Ledakan Roket di Gaza

Di tengah suasana peringatan Hari Nakba, juru bicara Departemen Kesehatan Palestina Ashraf al-Qudrah Jumat kemarin menyatakan sedikitnya 50 orang cidera dengan kondisi beberapa di antaranya kritis akibat ledakan sebuah roket yang terjadi di kawasan Atatarah di utara Jalur Gaza, Kamis (14/5).

Seperti dikutip laman Falastin al-Youm, ledakan itu berasal dari sebuah roket yang tersisa dari peristiwa invasi militer Zionis Israel tahun lalu Jalur Gaza. Roket itu meledak saat hendak dijinakkan. Rupanya di lokasi banyak orang yang melihat upaya penjinakan hingga banyak jatuh korban. Ambulan segera berdatangan dan melarikan mereka ke beberapa rumah sakit di kota Gaza. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL