emir bahrainManama, LiputanIslam.com – Bentrokan terjadi lagi antara demonstran anti rezim al-Khalifa dengan aparat keamanan beberapa kota Bahrain Kamis (22/5). Di Manama, ibu kota Bahrain, bentrokan terjadi setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa yang berunjuk rasa menuntut demokrasi di kawasan Ras Rumman.

Bentrokan serupa juga terjadi di wilayah timur laut pulau Sitra dan wilayah barat desa Shahrakan. Polisi Bahrain kembali menindak para pengunjuk rasa dengan kekerasan. Sebagaimana di Manama, massa demonstran di dua tempat itu juga menuntut pembubaran rezim al-Khalifa.

Tidak ada laporan mengenai korban yang mungkin jatuh akibat kerusuhan di beberapa tempat di Bahrain tersebut.

Awal pekan lalu, aksi kekerasan polisi Bahrain terhadap para demonstran di Sitra menyebabkan satu warga bernama Seyyed Mahmoud Seyyed Mohsen meninggal dunia.

Sejak pertengahan Februari 2011, ribuan warga Bahrain sering menggelar unjuk rasa protes anti rezim al-Khalifa di berbagai tempat di negara ini. Mereka menuntut demokrasi dan turunnya dinasti al-Khalifa dari tahta. Sedikitnya puluhan warga tewas, ratusan lainnya cidera, dan beberapa orang ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara oleh pemerintah Bahrain.

Tanggal 9 Mei lalu Amnesti Internasional mengeluarkan statemen berisikan pernyataan prihatin atas minimnya reformasi di peradilan Bahrain serta kekerasan yang dilakukan aparat negara ini terhadap unjuk rasa damai rakyat Bahrain yang menuntut demokratisasi. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL