manama protestManama, LiputanIslam.com – Bahrain kembali dilanda unjuk rasa besar-besaran yang melibatkan puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu massa Jumat (04/04). Mereka menjadikan aksi penolakan terhadap penyelenggaraan balap mobil Formula 1 (F1) sebagai momen untuk menuntut penegakan demokrasi dan penghapusan sistem diktator di Bahrain.

Menurut Reuters, massa berjumlah sekitar 20,000 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan telah digerakkan oleh kelompok oposisi utama, al-Wefaq Islamic Society, dan melakukan aksi longmarch di wilayah barat laut Bahrain menuntut reformasi dan pembebasan para tahanan politik.

Mereka membawa bendera Bahrain dan poster-poster bertuliskan slogan-sloban berbahasa Arab dan Inggris yang artinya antara lain “rakyat menuntut demokrasi dan menolak tirani.” Sebagaimana dikutip Reuters, seorang ibu bernama Mariam Jassim mengatakan, “Pekan ini banyak orang dari seluruh penjuru dunia berada di Bahrain untuk mengikuti F1, kami sebagai warga Bahrain ingin tahu apa keuntungan yang kami dapatkan dari acara ini?” Dia menyoal lagi, “Mana yang lebih penting bagi pemerintah antara berbuat baik kepada rakyatnya dan menghibur orang-orang asing?”

Kecaman senada juga dikemukakan oleh Fadhel Mohammed, seorang guru sekolah. “Kami menginginkan penyelesaian untuk problema kami. Kami ingin pekerjaan, rumah dan kehidupan yang lebih baik.” Dia menambahkan, “Bukanlah sesuatu yang berlebihan ketika kami meminta pemerintah supaya memperlakukan kami dengan penuh martabat dan kebanggaan.”

Sementara itu, jaringan berita al-Alam melaporkan bahwa massa juga berjanji untuk tidak berhenti melakukan unjuk rasa damai menolak diktatorisme. Al-Alam juga melaporkan bahwa unjuk rasa damai kembali dihadapi aparat keamanan dengan represi. Dalam unjuk rasa yang terjadi di bagian barat kota Manama polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan peluur-peluru gas air mata.    Mengutip keterangan para saksi mata, al-Alam menyebutkan bahwa unjuk rasa pro-demokrasi Bahrain kali ini melibatkan sekitar 200,000 orang, jauh di atas jumlah yang dilaporkan Reuters.

Sehari sebelumnya, kelompok oposisi Bahrain menyerukan kepada seluruh rakyat negara ini supaya menggelar unjuk rasa menolak penyelenggaraan F1 pada Jumat (04/04). Mereka menegaskan bahwa pertandingan balap mobil ini diselenggarakan dengan tujuan menutupi kekejaman rezim Bahrain dan upayanya menumpas aksi protes.

Menyusul seruan ini, Jumat pagi polisi Bahrain bersenjata lengkap menggelar aksi razia masif di kawasan Eker. Dalam operasi yang berlangsung lama ini mereka melakukan aksi penangkapan secara besar-besaran terhadap para pemuda setempat tanpa diketahui sebab penangkapan. Para pemuda diringkus dan dibawa ke tempat yang tak diketahui.  Para aktivis menyebutkan bahwa operasi razia dimulai sejak subuh. (mm/reuters/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*