AlQuds, LiputanIslam.com – Surat kabar Times of Israel, Ahad (9/12/2018), menilai pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Bahrain Khalid bin Ahmed al-Khalifah di halaman Twitter-nya mengenai operasi militer Israel bersandi “Perisai Utara” untuk memberantas terowongan Hizbullah sebagai statemen yang mengejutkan.

Dalam cuitan itu Khalid menyatakan, “Negara jiran Lebanon berhak membasmi ancaman yang dihadapinya.” Negara jiran yang dia maksud tak lain adalah Israel.

Times of Israel mencatat Bahrain dalam daftar negara-negara yang menyokong operasi Perisai Utara, yaitu; Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Jerman, Austria, Kanada dan sejumlah negara lain.

Bahrain tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Namun, menurut Times of Israel, rezim Bahrain menjalin hubungan erat secara rahasia dengan Israel, dan pada tahun 2016 Bahrain mencantumkan nama Hizbullah dalam daftar teroris.

Belum lama ini Menlu Bahrain dalam pernyataannya kepada surat kabar Asharq al-Awsat membantah adanya rencana kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Manama, ibu kota Bahrain.

“Kalau ini terjadi maka kami tak akan ragu untuk mengumumkannya,” ujar Khalid bin Ahmed al-Khalifah.

Dia kemudian menyebutkan bahwa tak ada kendala apapun bagi pemerintah Bahrain untuk kunjungan para pejabat Israel.

“Jika ada tujuan tertentu dan ada sesuatu hendak diwujudkan dan padanya terdapat dimensi yang besar dan strategis maka kami tidak memiliki kendala apapun dalam hal ini,” ujarnya.

Pernyataan ini dia lontarkan beberapa hari setelah sejumlah laman pemberitaan Israel melaporkan adanya data-data bahwa Israel melakukan normalisasi hubungan dengan Bahrain. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*