bantuan untuk fallujahBaghdad, LiputanIslam.com – Petugas Irak dilaporkan telah menemukan bahan peledak di paket-paket bantuan Arab Saudi untuk para pengungsi kota Fallujah, Provinsi Anbar, Irak barat.

Seorang narasumber keamanan Irak kepada Sky Press, Minggu (12/6), mengatakan bahwa dalam paket-paket bantuan yang resminya ditujukan kepada para pengungsi telah ditemukan bahan-bahan tertentu yang jika dicampur dengan beberapa bahan lain maka akan menjadi bahan peledak kategori high explosive (berkekuatan tinggi).

Menurut sumber anonium itu, temuan ini mengindikasikan adanya kesepakatan diam-diam antara Saudi dan ISIS, dan Riyadh masih diyakini sebagai donatur utama kelompok-kelompok ISIS di Irak.

Channel al-Arabiya yang merupakan corong propaganda Saudi melaporkan bahwa distribusi bantuan Saudi kepada para pengungsi Fallujah dimulai sejak 5 Juni lalu, tapi sebagian diantaranya sia-sia karena kadaluarsa akibatnya buruknya proses penggudangan di Bandara Internasional Baghdad.

Pesawat pembawa bantuan Saudi mendarat di Bandara Internasional Baghdad pada 11 Mei lalu, tapi bantuan itu ditahan untuk diperiksa secara total karena ada kecurigaan dari pihak Irak. Karena itu, bantuan yang sudah selesai diperiksa baru sejak pekan lalu didistribusikan.

Sementara itu, Komando Operasi Baghdad, Minggu (12/6), menyatakan sebuah pabrik besar untuk perakitan bom teror telah ditemukan di barat Baghdad.

“Setelah pabrik ini ditemukan, Pasukan Reaksi Cepat Irak menemukan sebanyak 400 bom dan 80 paket bahan peledak,” bunyi statemen komando itu.

Disebutkan bahwa pasukan Divisi 14 Angkatan Bersenjata Irak dalam operasinya di bagian barat Provinsi Baghdad telah melakukan razia senjata dan bahan peledak terhadap 34 rumah di jalur sepanjang 4 km.

Di bagian lain, Komando Operasi Fallujah melaporkan sedikitnya 40 teroris ISIS terbunuh dalam operasi pasukan Irak di kota Fallujah, dan dalam operasi ini beberapa permukiman di kawasan Zuba’, Fallujah, berhasil dibebaskan dari tangan ISIS.

Fadhil al-Gharawi, anggota Komisi HAM Irak menyatakan lebih dari 15000 warga berhasil kabur dari Fallujah dan segera ditampung di kamp-kamp pengungsi yang tersedia.

Dia menambahkan bahwa di Fallujah masih ada sekitar 40,000 warga yang terjebak di tengah pertempuran pasukan Irak melawan ISIS.
Bersamaan dengan ini juga dilaporkan bahwa sebanyak 26,000 warga telah kembali dari tempat pengungsi ke kampung halaman mereka di kota Ramadi, provinsi Anbar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL