kepulan-asap-perang-mosul3Baghdad, LiputanIslam.com –   Para komandan Irak menyatakan bahwa bagian timur kota Mosul, Irak utara, akan bebas dari cengkraman kelompok teroris ISIS dalam beberapa hari mendatang. Hal ini akan ditandai dengan keberhasilan pasukan Irak mencapai sisi Sungai Tigris yang membelah  kota ini menjadi bagian barat dan timur, atau mendatangi beberapa jembatan di atas sungai ini.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh TV Irak, Jumat (23/12/2016), komandan Pasukan Kontra-Terorisme Irak Abdul Ghani al-Asadi mengatakan, “Dengan diambilnya beberapa keputusan pada akhir rapat koordinasi para komandan berbagai poros, arena baru berhasil dibuka dalam operasi Mosul.”

Dia memastikan bahwa pembersihan bagian timur Mosul akan tuntas dalam beberapa hari mendatang.

“Kami akan mengumumkannya,” tegas al-Asadi.

Menurutnya, situasi di berbagai front pertempuran sudah kondusif, dan pasukan Irak mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Dalam beberapa pertempuran yang terjadi belakangan ini di Mosul timur, kami telah meringkus 50 orang yang bekerjasama dengan DAESH (ISIS),” ungkapnya.

Beberapa sumber lain menyatakan operasi pembebasan Mosul memang lamban dalam beberapa pekan terakhir, tapi pasukan Irak terus bergerak tenang dan perlahan menuju pusat dan bagian barat kota ini.

Sebelumnya, sejumlah sumber mengatakan pembebasan Mosul secara total akan memakan waktu sedikitnya tiga bulan.

Juru bicara Pasukan Relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Ahmad al-Asadi, pekan lalu mengatakan bahwa operasi pembebasan Mosul berjalan lambat antara lain karena keberadaan ratusan ribu warga sipil di kota ini, sementara pasukan Irak berkomitmen untuk tidak melakukan serangan yang dapat menjatuhkan korban sipil.

Sementara itu, komandan polisi federal Irak, Jumat, mengatakan lebih dari 40 anggota ISIS tewas terkena gempuran rudal pasukan Irak terhadap beberapa kamp teroris di Mosul barat.

Pasukan Irak memulai operasi militer besar-besaran untuk membebaskan Mosul dari pendudukan ISIS sejak 17 Oktober lalu setelah Perdana Menteri Irak Haider Abadi mengeluarkan instruksi pembebasan kota kedua terbesar di Irak tersebut. (mm/irna/shafaqnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL