Jurnalis Palestina Khalid Al-Jayaousi

Beirut, LiputanIslam.com –  Jurnalis Palestina Khalid Al-Jayausi menyoal bagaimana sebenarnya Palestina di mata Arab Saudi. Mula-mula dia mengutip pendapat seorang kawannya yang berwarga negara Saudi bahwa sentimen yang menyudutkan bangsa Palestina mengemuka di medsos Saudi tak lain adalah “pendapat pribadi seorang pemuda glamour” (Putera Mahkota Saudi Mohammad bin Salman) yang tidak mengetahui sejarah Palestina kecuali yang sudah “terdistorsi”, sedangkan orang Saudi lainnya, baik formal maupun masyarakat, masih tetap sehati dengan saudara “tercinta” Palestina.

Menurut  Al-Jayousi, ungkapan simpati demikian sudah sepatutnya menjadi pelipur lara hatinya, terlebih karena orang Palestina di Negeri Haramain Saudi menjadi sasaran kebencian sehingga kearaban dan keislaman bangsa Palestina seolah sudah tak berguna lagi untuk kelestarian solidaritas antara Palestina dan Saudi, dan seakan bangsa Israel telah menggeser kedudukan orang Palestina di mata orang Saudi.

Al-Jayousi di laman berita Ray Al-Youm, Selasa (28/11/2017), mengaku tak dapat memastikan bagaimana sesungguhnya Palestina di mata publik Saudi, meskipun kepedulian khalayak Negeri Haramain ini kepada kampanye anti-normalisasi hubungan Saudi dengan Israel terhitung minim.

Dalam ketidak pastian ini, Al-Jayousi menyoal dan menyesalkan apa yang terlihat dalam video propaganda yang ditayangkan dalam pembukaan sidang para menhan Koalisi Militer Islam Kontra –Terorisme (IMCTC) di Riyadh, ibu kota Saudi, belum lama ini. Sebab, video yang diputar dihadapan hadirin, termasuk Mohammad bin Salman dan para petinggi Saudi lainnya ini, menampilkan gambar intifada bangsa Palestina tahun 2001 sebagai contoh terorisme.

Al-Jayousi mengaku tidak yakin hal itu terjadi karena faktor lupa, sebab dalam beberapa hari ini memang terjadi propaganda masif anti poros muqawamah,  yaitu kubu resistensi anti-Israel yang melibatkan berbagai bangsa dan bukan hanya orang-orang Palestina.

Al-Jayousi berkesimpulan bahwa tujuan penayangan penggalan video Palestina sebagai contoh terorisme itu telah mencapai klimaknya sehingga jubir resmi Israel melalui akun Twitternya segera menyoraki kejadian ini dengan berkomentar menirukan kalimat dalam kitab suci Al-Quran Surat Yusuf [12] ayat 26 : “Dan seorang saksi dari keluarganya memberikan kesaksiannya.”

Terakhir Al-Jayousi mengungkapkan keprihatinanya yang sangat mendalam dengan menyatakan, “Sekarang kami tak dapat lagi membedakan hakikat antara pihak keluarga dan pihak musuh.” (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL