suriah qalamounBeirut, LiputanIslam.com – Cuaca ekstrim dan badai salju yang menerjang sejumlah negara Timur Tengah, terutama Lebanon, Suriah dan Yordania sejak Selasa lalu (6/1/2015) dilaporkan telah merenggut puluhan nyawa kawanan teroris takfiri yang bersembunyi di daerah perbukitan Qalamoun, Suriah, dekat barisan pegunungan di bagian timur Lebanon.

Berdasarkan keterangan berbagai sumber di lapangan, situs berita Lebanon Debate (LD) Kamis kemarin (8/1/2015) menyebutkan bahwa dataran tinggi Qalamoun Suriah mengalami suhu cuaca minus bersamaan dengan terjadinya badai salju ekstrim, dan hal ini menyebabkan sejumlah teroris yang bertahan di kawasan itu mati kedinginan.
Menurut LD, para teroris itu sudah lama terjebak di kawasan tersebut karena dikepung oleh tentara Suriah dan Lebanon serta milisi Hizbullah. Akibatnya, mereka sekarang berada dalam kondisi yang sangat sulit, apalagi mereka juga kehabisan bekal bahan bakar.

Jauh hari sebelumnya mereka sudah mengantisipasi kesulitan yang akan mereka hadapi di musim dingin. Kelompok teroris Front al-Nusra yang terafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda mencoba memecah kepungan dan mencari bekal bahan bakar dengan cara menyerang pangkalan Hizbullah di sekitar kota Falita di bagian timur Lebanon, namun serangan itu gagal. Mereka memilih kabur ke tempat semula setelah banyak anggota mereka yang tewas dan cidera di tangan milisi Hizbullah.

LD juga menyebutkan bahwa tiga warga sipil Suriah juga tewas akibat cuaca ekstrim dan badai salju di bagian selatan dan timur Lebanon. Dua di antara korban itu adalah anak kecil masing-masing usia 8 dan 10 tahun, satu di dataran tinggi Shebaa di bagian selatan Lebanon dan yang lain di kamp pengungsi Suriah di Lembah Bekaa di bagian timur Lebanon. Sedangkan satu korban lainnya adalah pria dewasa berusia 35 tahun di kawasan al-Rashaha di dataran tinggi Shebaa.

Dalam beberapa hari ini tim SAR dan pasukan pertahanan kota Lebanon berhasil mengevakuasi sejumlah besar warga Suriah dan Lebanon yang terjebak di wilayah pegunungan.

Cuaca ekstrim telah membuat semua sekolah di Lebanon diliburkan, namun aktivitas Bandara Internasional Beirut yang sebelumnya dihentikan justru dimulai lagi pada Kamis kemarin. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*