iraq-car-bombsBaghdad, LiputanIslam.com – Beberapa bom mengguncang berbagai kawasan di Irak mengakibatkan puluhan orang tewas, satu diantaranya jenderal polisi, dan puluhan lainnya menderita luka-luka pada hari Ahad kemarin (12/10). Bersamaan dengan ini dilaporkan pula bahwa sebanyak 115 anggota pasukan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas dalam pertempuran dengan pasukan Irak di provinsi Anbar.

Mengutip pernyataan seorang pejabat pasukan keamanan Kurdi “Asayish”, Associated Press melaporkan dari Baghdad bahwa tiga bom teroris meledak di kawasan Kara Tapeh, provinsi Diyala, menewaskan sedikitnya 26 personil keamanan Asyayish dan menciderai 60 lainnya.

Disebutkan bahwa serangan teror pertama dilakukan oleh seorang pelaku bom yang menggunakan bom rompi di pintu gerbang sebuah kompek petugas keamanan yang di dalamnya juga terdapat sekretariat partai politik utama Kurdi. Beberapa menit kemudian terjadi dua serangan bom bunuh diri susulan berupa bom mobil dengan ledakan yang jauh lebih dahsyat daripada ledakan sebelumnya.
Beberapa jam setelah kejadian ini organisasi teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggungjawab atas beberapa serangan yang dilakukan oleh tiga teroris asing tersebut.

Di Baquba, ibu kota provinsi Diayala, beberapa bom juga meledak, satu kasus diantaranya berupa serangan dua bom mobil di sebuah pasar mengakibatkan enam warga sipil tewas dan 10 lainnya luka-luka. Di kota yang sama, satu polisi dan empat warga sipil, dua di antaranya perempuan, juga tewas akibat ledakan bom di depan rumah seorang anggota polisi.

Di kawasan lain , sebuah bom juga meledak di depan rumah anggota polisi di desa Shifteh, 3 km timur Baquba, mewaskan dua orang dan menciderai dua lainnya.

Jenderal Polisi Irak Meninggal

Serangan bom juga menimpa konvoi mobil yang sedang bergerak menuju kawasan utara Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, Irak, mengakibatkan kepala kepolisian provinsi ini, Brigjen Ahmad Sadak al-Dulaimi, meninggal dunia. Menyusul peristiwa ini aparat menerapkan peraturan jam malam di Ramadi, dan telah ditunjuk pula pejabat pengganti al-Dulaimi.

Al-Dulaimi sendiri ditunjuk sebagai kepala kepolisian Anbar sejak 14 Juli lalu menggantikan Ismail al-Mahlawi yang dimutasi dari jabatan tersebut. Al-Dulaimi diketahui sebagai pejabat kepolisian yang sangat gigih dan berperan besar dalam operasi penumpasan ISIS di banyak wilayah tugasnya. Dia antara lain berhasil membebaskan ratusan tentara Irak dari kepungan ISIS dalam pertempuran yang terjadi belum lama ini di kawasan al-Saqlawiyah dan al-Sajar.

Kementerian Dalam Negeri Irak dalam ucapan belasungkawa atas meninggalnya al-Dulaimi akibat ledakan bom menyebutnya sebagai pahlawan. Dalam siaran persnya kementerian ini juga mengumumkan pengangkatan Kolonel Sabah Mohammad sebagai pengganti al-Dulaimi.

Sabtu lalu (11/10) beberapa bom mobil menerjang daerah permukiman warga Syiah di Baghdad, mengakibatkan sedikitnya 45 orang tewas, namun belum ada pihak yang menyatakan bertanggungjawab.
115 Anggota ISIS Tewas

Sementara itu, Komando Operasi Anbar Ahad kemarin mengumumkan bahwa sebanyak 115 teroris ISIS tewas dalam sebuah pertempuran sengit ketika ISIS berusaha menyerang tiga pangkalan militer Irak di provinsi ini.

Sebagaimana dilaporkan al-Watan al-Arabi yang berbasis di Lebanon, Komandan Operasi Anbar Letjen Rashid Falih, mengatakan bahwa pasukan ISIS telah melancarkan serangan masif ke tiga pangkalan militer Irak yang merupakan tempat konsentrasi Brigade I, II, III, dan IV Komando Divisi I pasukan militer Irak serta di sebuah jalan raya Dajlah Timur di kawasan al-Karmah, bagian utara provinsi Anbar.

Menurut Falih, serangan itu termasuk serangan tersengit ISIS terhadap pangkalan-pangkalan militer Irak di provinsi ini, namun akibat aksi nekat itu ISIS kehilangan sebanyak 115 anggotanya. Dia menambahkan sebanyak 15 orang di antara para anggota ISIS yang tewas itu diketahui mengenakan bom rompi sehingga dipastikan bahwa mereka bermaksud melancarkan serangan bom bunuh diri terhadap pangkalan-pangkalan militer Irak.

“Jet-jet tempur angkatan bersenjata Irak berperan besar dalam serangan terhadap posisi-posisi ISIS,” ungkapnya.
Letjen Falih juga menyebutkan bahwa dalam peristiwa itu pasukan Irak berhasil menghancurkan enam kendaraan teroris yang membawa persenjataan berat. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL