mobil isisBaghdad, LiputanIslam.com – Pasukan kelompok teroris takfiri ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) yang kabur dari berbagai kawasan di provinsi Diyala telah bergerak ke arah kota Tikrit dan kemudian terkepung di kota kelahiran mantan diktator Irak, Saddam Hossein, tersebut.

“Kekalahan ISIS di Diyala sangat telak, dan bahkan upaya mereka dalam beberapa hari terakhir untuk lolos dari kepungan juga sia-sia. Di Samarra dan beberapa kawasan provinsi Salahuddin lainnya pasukan pemerintah dan relawan al-Hasyd al-Sya’bi telah menghalau serangan mereka hingga banyak jumlah korban tewas di pihak mereka,” ungkap seorang narasumber kepada kantor berita Iran, IRNA, Rabu (11/2/2015).

Dia menjelaskan bahwa sejak menguasai kota Mosul, provinsi Ninawa, di bagian utara Irak sampai sekarang ISIS mengalami tiga tahap.

“Tahap pertama adalah menyerang, tahap kedua yang terjadi menyusul fatwa mobilisasi rakyat dari marji’ (ulama panutan) adalah bertahan, dan sekarang para teroris ISIS berada di tahap yang tak lebih dari kabur dan serangan bom bunuh diri,” paparnya.
Dia menambahkan, “Pertempuran antara ISIS dan pasukan Irak belakangan ini bukan merupakan serangan ISIS melainkan upaya mereka mencari terobosan untuk kabur.”

Menurut IRNA, berbagai laporan dari kawasan-kawasan operasi militer Irak menunjukkan dewasa ini sedang terjadi gerakan masif balatentara Irak yang terdiri atas militer, pasukan keamanan serta relawan Syiah dan pasukan adat Ahlussunnah untuk melancarkan serangan besar-besaran ke bagian Irak utara.

Disebutkan bahwa serangan itu akan sangat menentukan kondisi provinsi Kirkuk dan Salahuddin serta menjadi pendahuluan untuk perang penghabisan di kota Mosul.

Laporan lain dari situs berita Irak Khabar mengutip keterangan seorang petinggi militer Irak bahwa tentara dan relawan telah bergerak dari distrik Baiji ke kawasan al-Riyadh, 55 km barat daya Kirkuk dan berhasil membebaskan tiga desa di kawasan ini dari tangan pasukan ISIS.
Beberapa hari lalu pemimpin Organisasi Badar, Hadi al-Amiri, menyatakan skenario militer untuk pembebasan berbagai kawasan di barat daya provinsi Kirkuk sudah rampung.

Hadi al-Amiri adalah salah satu komandan relawan yang setiap kali memasuki wilayah kekuasaan ISIS selalu mengumumkan keberadaan dirinya sembari menebar tantangan terhadap ISIS. Beberapa hari lalu ISIS mencoba menerornya dengan melakukan pengintaian secara intensif namun rencana mereka berhasil digagalkan oleh kepiawaian al-Amiri.

Di Iran, jenderal tersohor negara ini Qassem Soleimani juga menyatakan bahwa ISIS sekarang sudah mendekati ajalnya.

“Kami yakin bahwa kelompok-kelompok teroris ini (ISIS dan semisalnya di Irak dan Suriah) sudah mendekati ajalnya,” katanya, Rabu (11/2/2015), sebagaimana dilansir Alalam. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL