Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei menegaskan Teheran tidak akan berunding dengan Amerika Serikat (AS) maupun Eropa mengenai eksistensi dan sepak terjang Iran di kawasan Timteng.

“Negara-negara Eropa datang ke Teheran dan mengaku ingin berunding mengenai eksistensi Iran di kawasan. Ini bukan urusan kalian (Barat). Ini kawasan kami, mengapa malah kalian yang malang melintang di sini?” katanya dalam pidato pada peringatan hari kelahiran Sayyidah Fatimah Zahra RA, putri Nabi Muhammad SAW, di Teheran, Kamis (8/3/2018).

Dia lantas mengatakan bahwa dalam masalah ini Iran hanya berunding dengan negara-negara regional Timteng sendiri.

Belum lama ini Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa Inggris dan AS sama-sama prihatin dan kuatir terhadap sepak terjang Iran di Timteng.

Iran sendiri menegaskan tidak ada kaitan antara pengaruhnya di Timteng dan perjanjian nuklir Iran, JCPOA.

Ayatullah Khamenei menyoal mengapa AS yang malang melintang di Timteng dengan tujuan menebar kebejatan dan fitnah malah meributkan eksistensi Iran di Timteng yang notabene wilayah regionalnya sendiri.

“AS yang menebar kebejatan dan fitnah di semua tempat malah mencoba menebar kecurigaan mengenai eksistensi Iran di kawasan. Apakah kami harus mendapatkan izin dari AS untuk eksis di kawasan?… Kami baru akan berunding dengan kalian apabila kami akan eksis di AS,” katanya.

Dia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Iran di Timteng adalah sesuatu yang sudah dibicarakan dan disepakati oleh bangsa setiap negara yang bersangkutan semisal Irak dan Suriah, bukan atas kehendak dan kemauan Iran secara sepihak.

Ayatullah Khamenei juga menjelaskan bahwa kubu musuh Iran sejak beberapa bulan lalu diam-diam berpikir keras kemudian berencana melakukan aksi makar dalam tiga bulan terakhir untuk menghabisi republik Islam di Iran.

“Tapi Anda melihat bagaimana rakyat Iran selama dua bulan lalu bangkit melawan mereka. Rakyat Iran memang selalu siap mengandaskan setiap agresor,” ujarnya.

Mengenai kedudukan wanita terkait dengan momen peringatan hari kelahiran Sayyidah Fatimah Zahra RA maupun Hari Wanita Sedunia, dia mengatakan bahwa wanita di mata Islam memiliki keistimewaan tersendiri.

“Wanita Muslim merupakan sosok yang beriman, memiliki iffah, berperan kunci dalam tarbiah manusia, berpengaruh di tengah masyarakat, sanggup meraih kemajuan saintifik dan spiritual, dan merupakan pengelola institusi keluarga serta pemberi ketentraman dalam diri laki-laki,” tuturnya.

Dia kemudian mengritik perilaku menyimpang dunia Barat yang memposisikan kaum Hawa lebih sebagai pemuas birahi laki-laki semata.  (mm/alalam/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*