ayatollah_ali_khameneiTeheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Grand Ayatullah Ali Khamenei kembali menyinggung soal permusuhan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Dia menilai kebencian AS terhadap Iran adalah karena ketercerahan dan rasionalitas Iran, bukan karena sebatas nama dan formalitas Islam yang disandang oleh Iran.

“Dengan landasan elemen-elemen dasar pertimbangan rasionalnya, yakni ‘keyakinan kepada Allah dan sunnah penciptaan’ dan ‘pengenalan terhadap musuh dan ketidak percayaan kepada mereka’, Republik Islam Iran terus menempuh jalan kebanggaannya sambil bertumpu pada rakyat, memanfaatkan pengalaman, dan terus menerus berjuang mewujudkan cita-cita rakyat,” ujar Khamenei dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para pejabat senior pemerintah dan militer Iran di Teheran Senin (7/7/2014), sebagaimana dilansir FNA.

Dia menjelaskan, “Kepercayaan kepada rakyat serta simpati dan ketulusan mereka, keyakinan kepada semangat bahwa kita mampu, kebertumpuan pada kerja keras serta keterjauhan dari pengangguran dan kemalasan, keyakinan kepada pertolongan Allah, keteguhan dalam menunaikan taklif, pemanfaatan berbagai pengalaman yang ada, keteguhan pada kemerdekaan, kecermatan dalam mematau perilaku kaum arogan terhadap berbagai bangsa, semua ini merupakan bagian dari unsur yang telah membentuk daya rasional Republik Islam, yakni fondasi kebijakan dan tindakan pemerintahan Iran.”

Dia menambahkan, “Pada hakikatnya, penentangan kaum arogan terhadap Republik Islam Iran adalah penentangan terhadap rasionalitas ini. Sebab, jika sebatas nama dan formalitas Islam maka sama sekali tidaklah penting bagi mereka dan tidak akan membangkitkan penentangan mereka.”

Menanggapi pernyataan seorang pakar dari AS bahwa “AS bisa berkompromi dengan Iran, tapi tidak dengan Republik Islam”, Ayatullah Khamenei mengatakan, “Pernyataan ini benar karena dulu AS memang sama sekali tidak bermasalah dengan Iran di era rezim Pahlevi, tetapi tidak bisa untuk tidak bermusuhan dengan Republik Islam yang menyerukan kemerdekaan, keimanan, kesolidan di depan kezaliman, dan keteguhan pada persatuan Islam.”

Mengenai krisis terorisme di Irak, dia optimis kekacauan itu akan segera mereda dengan perjuangan rakyat Irak sendiri. “Dengan taufik ilahiah, rakyat Irak yang beriman akan dapat memadamkan fitnah (kekacauan) ini, dan bangsa-bangsa kawasanpun akan terus bergerak maju menuju pertumbuhan serta kesejahteraan materi dan spiritual.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL